Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

وأربعة تجلب الرزق: قيام الليل ,وكثرة الإستغفار بالأسحار , وتعاهد الصدقة , والذكر أول النهار وآخره.

Ada 4 hal yang bisa mendatangkan rejeki :

-Qiyamullail (shalat malam)
-Memperbanyak Istighfar di waktu sahur.
-Membiasakan SEDEKAH (INFAQ)
-Berdzikir di awal pagi dan sore hari

Sudahkah kita mengamalkan kebiasaan di atas?  

Dari 4 kebiasaan di atas, dapat kita lihat, bahwa itu merupakan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus ikhtiar keimanan kita dalam menjemput rejeki yang berkah. Dapat kita pahami juga sebagai bentuk praktek dari habluminnallah dan habluminnanaas.

Habluminnallah-nya adalah dengan memperbaiki hubungan kita dengan Allah, dengan cara qiyamul lail, istighfar, berdzikir.

Habluminnanaas juga meningkatkan hubungan kita dengan manusia dengan bersedekah dan berinfaq, adalah cara kita agar dapat membantu sesama, menolong, memberikan kebaikan, dan kebermanfaatan.

Seperti yang termaktub dalam Al Qur’an :

“Jikalah sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa (kepada Allah) pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi…” (Al-A’raf :96)

“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka” (At-Tholaq: 2-3)

Dua ayat di atas, adalah janji Allah SWT, bahwa rejeki yang berkah itu didapatkan melalui 2 jalan, yakni iman dan taqwa. Setelah kita beriman, maka sudah sewajibnya kita bertaqwa.

Dalam sebuah kisah, diceritakan bahwa Amirul Mukminin, Umar bin Khattab, pernah bertanya kepada Ubai bin Kaab tentang apa itu arti taqwa.

Ubai kembali bertanya kepada Umar ; Apakah anda pernah melewati jalan yang berduri?

Umar menjawab : Pernah

Ubai kembali bertanya : Bagaimana ketika anda melewatinya

Umar menjawab : Saya bersungguh – sungguh serta berhati – hati sekali supaya tidak tertusuk duri. 

Ubai akhirnya mengatakan : “Itulah arti Taqwa yang sebenar – benarnya, berhati – hati dengan sungguh sungguh…” 

Dari kisah di atas, kita dapat mengambil hikmah, bahwa sejatinya, rejeki yang berkah muncul karena dua hal keimanan dan ketaqwaan. Keimanan adalah mempercayai Allah SWT dengan hati, lisan, dan perbuatan, kemudian yang kedua, mengimplementasikan keimanan itu dengan ketaqwaan kita, yakni dengan cara bersungguh – sungguh dalam beriman, dan berhati – hati dari hal – hal  yang mencederai keimanan kita.