Oleh  :  Rofiq Abidin

 

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَٰذَا سِحْرٌ مُبِينٌ

Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. (QS. As Shaf : 6)

 

Sebelum kelahiran Sang Nabi Mulia Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, Nabi Isa Alaihissalam telahpun menyampaikan kepada ummatnya. Bahwa akan lahir seorang nabi setelahnya yang bernama Ahmad. Sehingga para Hawariyin (pengikut Nabi Isa yang setia) dapat mengetahui tanda-tanda kenabian yang akan meneruskan risalah yang diemban Nabi Isa Alaihissalam. Terbukti saat Abu Thalib mengajak Muhammad kecil berusia 12 tahun diketahui oleh seorang rahib yang dikenal dengan Buhira bernama asli Jurjis, bahwa Muhammad ini diprediksi akan menjadi seorang pemimpin alam. Dan mengatakan kepada Abu Thalib, “Anak ini adalah pemimpin semesta alam, anak ini akan diutus oleh Allah sebagai rahmat bagi semesta alam”, sambil memegang tangan Muhammad kecil. Lantas Abu Thalib bertanya, “Dari mana engkau tahu ?”. Rahib menjawab, “Sebenarnya sejak kalian tiba di Aqabah, tidak ada bebatuan dan pepohonan pun melainkan mereka tunduk dan dan bersujud. Mereka tidak bersujud melainkan kepada seorang nabi. Aku bisa mengetahuinya dari cincin nubuwah yang berada di bagian bawah tulang rawan bahunya yang menyerupai apel. Kami menadapati tanda itu dalam Kitab kami”

 

Masa Fatrah (Kekosongan Nabi)

 Kita sama-sama tahu bahwa sebelum kelahiran Rasulullah Muhammad Solallahu ‘alaihi wasallam adalah masa kelam, gelap yang kita tahu sebagai jaman jahiliyah. Jaman yang mengambarkan betapa rusak masyarakatnya, segala kemaksiatan ada pada masa itu, terutama di tempat Rasulullah Solallahu ‘alaihi wasallam lahir, yakni kota Mekah. Adapun penyebab kejahiliahan itu disebutkan dalam Al Qur’an. Empat kali Al Qur’an menyebut kata jahiliyah, dan dari empat ayat inilah indikator kejahiliahan di masai fatrah (kekososngan nabi) saat itu. Berikut ini indicator kejahiliahan :

1. Aqidah yang Jahiliyah.

Perdukunan saat itu marak, penyembahan berhala-berhala yang bahkan diletakkan di sekitar baitulah. Yang awalnya di pelopori oleh Amru bin Luhay Pemimpin Bani Khuza’ah yang membawa patung Hubal dan diletakkan di samping ka’bah yang menurutnya sebagai perantara Tuhan. Kata Jahiliyah bisa kita temukan dalam QS Ali Imran : 154,       ِ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِ (Prasangka Jahiliyah, keyakinan yang salah tentang Allah).

2. Hukum yang Jahiliyah.

Adapun yang kedua tentang أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ (Apakah hukum Jahiliyah, yang di yakini). Apapun hukum yang jauh dari syariat Allah maka itulah hukum Jahiliyah. Pada masa itu ada hubungan yang mereka sebut Al Afdho’ (hanya untuk mencari anak, menzinahi istri orang dengan seizin suaminya, setelah hamil kemudian di tinggal). Bisa di lihat dalam QS. Al Maidah : 50.

3. Penampilan Jahiliyah.

Penampilan pada masa itu yang melegalkan membuka aurat, sehingga mengantarkan kemaksiatan-kemaksiatan yang lainnya. Inilah yang disebut تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ (Fashion/penampilan Jahiliyah) yang bisa kita dalam dalam QS. Al Ahzab :33.

4. ﱠFanatisme Jahiliyah.

Kata jahiliyah yang selanjutnya bisa kita baca dalam QS. Al Fath : 26, حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ, (Hamiyata Jahiliyah). Pada masa jahiliyah, perlombaan / game kuda bisa mengakibatkan peperangan.

 

Kelahiran Cahaya Sang Juru Syafa’at

Ditengah-tengah kejahiliahan itulah Rasulullah Muhammada Sholallahu ‘alaihis wasallam lahir untuk mengangkat masyarakatnya dari jurang kejahiliahan dan akan di tugaskan bukan hanya untuk bangsa Arab, tapi semesta alam. Para ulama’ sepakat bahwa Rasulullah lahir pada 12 Rabiul Awwal tahun gajah atau dalam masehi 22 April 571 M. Namun ada seorang ahli ilmu falak meyakini Rasulullah lahir pada 9 Rabi’ul Awwal. Lahir dari pasangan yang terpandang, ayahnya seorang yang terpilih, Abdullah bin Abdul Muthallib bin Hasyim bin Abdu Manaf, yang sebelumnya akan menjadi qurban dari nadzar ayahnya dan ditebus dengan 100 unta. Ibunya, Aminah binti Wahab bin Abdu Manaf bin Zuhrah. Aminah merupakan wanita terpandang, karena ayahnya adalah merupakan bani Zuhrah. Para pakar sejarah meyakini bahwa nasab Nabi Muhammad sampai ke Nabi Ismail semua keturunannya melalui pernikahan.

Kelahiran Rasulullah yang lahir yang di ceritakan dalam surat Dhuha ayat 6 dalam keadaan yatim. Kisahnya, Abdul Muthalib (Syaibah) mengutus Abdullah ke Madinah untuk mengurus kurma (karena Aslinya Abdul Muthallib itu dari Madinah/Yasrib), namun Allah mentakdirkan dia meninggal di Madinah dan di kubur di Darun Nabighah Al Ja’di pada usia 25 tahun. Ibnu saad meriwayatkan bahwa Ibunda Rasulullah berkata, “Setelah bayiku keluar, aku melihat ada cahaya yang keluar dari kemaluanku menyinari istanaistana di syam. Saat Rasulullah lahir, Abdul Muthalib membawa beliau ke dalam ka’bah dengan suka cita, seraya berdoa dan bersyukur kepada Allah dan memberikan nama Muhammad yang belum pernah ada sebelumnya dan dikhitan pada hari ke 7 sebagaimana tradisi bangsa Arab.

Wanita pertama yang menyusui Nabi adalah Tsuwaibah, dia adalah budak Abu Lahab yang sedang menyusui anaknya Masruh. Namun selajutnya, Abdul Muthalib mencarikan ibu susuan ke bani Saad bin Bakar. Dan ketemu dengan Halimah binti Abu Dzuaib istri dari Harits bin Abdu Uzza. Kenapa ke bani Saad ?, ini dalam rangka mendidik anak-anak untuk belajar bahasa Arab yang murni dan lingkungan yang masih asri, karena Mekkah itu kota besar. Dan pada masa pengasuhan Halimah, banyak keberkahan yang di dapatkan, diantaranya adalah banyaknya susu kambingnya saat diperah setelah menyusui Rasulullah.

Persiapan mejadi Nabi selama 40 tahun itu, Allah berikan nabi Muhammad tantangan sejak lahir, dari lahir yatim, kemudian ditinggal ibunya usia 6 tahun, selanjutnya di asuh kakeknya, Abdul Muthalib hingga Rasulullah usia 8 tahun 2 bulan 10 hari kakeknyapun wafat. Selanjutnya di asuh oleh pamannya, Abu Thalib hingga dewasa. Abu Thalib ini anaknya banyak, tapi miskin. Namun Abu Thalib yang beristri Fatimah binti Asad sangat mencintai Rasulullah Muhammad melebihi anak-anak kandungnya. Bahkan sampai membuat syair tentang kebangaannya terhadap Muhammad sebagai manusia pilihan.

Kelahirannya yang ditunggu-tunggu itu sudah memberi keberkahan kepada siapa saja keluarga yang disinggahinya dan mengangkat masyarakatnya dari kejahiliahan menjadi kemuliaan dengan risalah islam. Pada usia 12 tahun di ajari berdagang dan menggembala kambing. Selanjutnya pada 20 tahun diajak Abu Thalib untuk merencanakan perjanjian perdamaian dengan tetua Mekkah di rumah Abu Jad’an dan pada usia 35 tahun sudah menjadi tokoh permersatu ummat dengan peristiwa peletakan hajar aswad.

Sang juru syafa’at itupun menerima risalah diusia 40 tahun dengan pendamping yang luar biasa Khadijah binti Khuwailid. Selanjutnya membawa masyarakatnya kepada kemajuan, keselamatan dan kesejahteraan melalui hukum Allah yang di aplikasikan dalam kehiduan sehari-hari. Menanamkan aqidah yang benar tentang Allah, membina masyarakat dengan penampilan yang islami dan membangun ukhuwah islamiyah yang kokoh. Kesemuanya itu berbalik dengan keadaan sebelumnya, semasa jahiliyah. Kesuksesannya dilakukan selama 23 tahun. Dan selanjutnya pada saat nanti di hari kiamat, Rasulullahpun menjadi manusia yang paling sibuk untuk mencari ummatnya dan memohon kepada Allah agar diselamatkan, siapa yang masih menyimpan ketahidan Allah dan tidak syirik. Wallahu a’lam.