⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀

Mungkin kita pernah mendengar sebuah pertanyaan sederhana dari anak kita “Bapak, kenapa cabe itu warnanya merah?” Kalau kita menjawab dengan simpel, “Semua itu sudah kehendak Allah, anakku”. Apakah salah jawaban tersebut?

Pertanyaan semacam itu hanyalah salah satu dari sekian pertanyaan yang muncul dan yang pernah kita dengar, masih banyak pertanyaan-pertanyaan seperti itu di sekitar kita, suatu pertanyaan yang terdengar sederhana tapi sesungguhnya sangat mendasar.

Namun dalam kenyataan hidup sehari-hari, banyak orang tua yang ketika anak banyak bertanya tapi tidak mampu dijawabnya, justru malah memarahi sang anak, apalagi jika pertanyaannya bisa dibilang tabu, bisa-bisa orang tua akan menduga macam-macam, bahkan bukan tidak mungkin dugaan itu mengarah kepada yang negatif, seperti “Jangan-jangan anak ini sudah salah pergaulan” atau “Jangan-jangan anak ini ikut aliran sesat”, ya, belum-belum sang anak sudah di-justifikasi  bersalah.

Perkembangan zaman yang begitu pesat tentu akan mempengaruhi cara pandang dan cara berpikir anak-anak kita, yang dulu kita anggap tabu sekarang mungkin sudah menjadi hal yang biasa, yang dulu belum waktunya kita pahami saat kita seusia anak-anak, sekarang sudah merasuki alam pemikiran anak-anak kita.

Jangan salahkan zaman, karena waktu berjalan tanpa mengenal kompromi, siapa yang tidak tanggap akan ditinggal. Itulah kenapa Allah SWT sejak pertama kali menurunkan Al Qur’an kepada Rosulullah Muhammad SAW dengan bahasa perintah  “Iqro’” yaitu “Bacalah!” supaya kita senantiasa terus meng-upgrade diri dengan perkembangan jaman, kita harus terus memahami segala aspek kehidupan, kalau kita perlu berlari, kita harus berlari. Iqro’ adalah kata kunci segala bidang keilmuan, kita bisa melek tentang ilmu pengetahuan dimulai dari membaca, dan jangan kita batasi hanya dengan beberapa dispilin ilmu, karena kalau kita batasi, kita sebagai Umat Islam akan tumbuh kerdil, seperti halnya pohon bonsai, seakan-akan tua dan besar tapi hanya berada dalam pot dan sebatas hiasan.

Sebagaimana makna iqro’ diaktingkan oleh Rasulullah Muhammad SAW beserta sahabatnya dengan begitu komprehensif sehingga beliau mampu menjawab tantangan zaman di masanya, Islam berkembang dalam kejayaan, segala disiplin ilmu berkembang, penemuan-penemuan ilmu dan tekhnologi bermunculan, semua diberi ruang dan kesempatan dengan koridor Ajaran Illahi. Semoga itu sekarang bukan menjadi sebuah kisah yang tinggal menjadi ratapan Umat Islam, mengingat faktanya kini Umat Islam berpecah-belah berebut kebenaran. Begitu mudahnya Umat Islam memberi label “sesat/ kafir” kepada saudaranya sesama Umat Islam. Masa keemasan Islam hendaklah justru menjadi sebuah cambuk untuk bisa bangkit “qiyamuhu bi nafsihi“.

Dalam hadist Rasulullah mengatakan “Barang siapa menginginkan keunggulan di dunia, dia harus mempunyai ilmu, barang siapa menginginkan keunggulan di akhirat dia harus mempunyai ilmu, dan barang siapa menginginkan keunggulan di dunia dan akhirat dia harus berilmu “. Ya, dengan ilmu segala pertanyaan dan persoalan di dunia  bisa dijawab, karena segala pertanyaan dan persoalan datangnya dari Allah SWT sehingga jawabannyapun datang dari Allah SWT.