Segala aktivitas kita tidak akan luput dari pengawasan Yang Maha Melihat, Allah Subhanahu wa Ta’ala. Setiap perbuatan yang kita lakukan dan perkataan yang terucap dari lisan, ada catatan amal kebaikan atau bernilai dosa. Semua telah tercatat oleh Malaikat Roqib dan Atid, yang kelak akan kita pertanggung jawabkan dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari pertemuan denganNya, Akhirat. Oleh karena itu, kita harus berupaya sekuat tenaga, apapun aktifitas kita, itu bernilai ibadah dihadapan Allah SWT. Adakalanya seseorang melakukan suatu kebajikan, namun dalam pelaksanaannya, ia ingin dinilai, dilihat dan dipuji oleh manusia, maka dia menjatuhkan dirinya kedalam riya’ yang akan menghapus semua pahala kebaikan dari aktifitasnya tersebut.

Allah berfirman dalam QS. Al-Maa’uun ayat 4 – 7 yang artinya “Maka celakalah orang yang Sholat. (Yaitu) orang-orang yang lalai terhadap Sholatnya. Yang berbuat riya’. Dan yang engggan (memberikan) bantuan. Riya’ ialah melakukan perbuatan tidak untuk mencari keridhoan Allah, melainkan untuk mendapatkan pujian atau kemasyhuran di masyarakat. Perbuatan ini sangat tidak disukai oleh Allah dan RosulNya. Allah menyampaikan CELAKA bagi orang yang berbuat riya’. Orang itu hanya memperbagus amalan dihadapan manusia agar mendapatkan pujian dan sanjungan, bukan karena ikhlas melaksananakannya dan mengharap ridho dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Hati yang tertutup riya’ ibarat batu licin yang tertutup tanah. Orang yang berbuat riya’ tidak akan membuahkan kebaikan, bahkan ia telah berbuat dosa yang akan dia peroleh akibatnya pada hari Kiamat. Riya’ menghapuskan amal shalih, dan seseorang tidak mendapatkan apa-apa karenanya di akhirat nanti dari amal-amal yang pernah ia lakukan di dunia. Sebagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ الرِّيَاءُ ، يَقُوْلُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِذَا جَزَى النَّاسَ بِأَعْمَالِهِمْ : اذْهَبُوْا إِلَى الَّذِينَ كُنْتُمْ تُرَاؤُوْنَ فِيْ الدُّنْيَا ، فَانْظُرُوْا هَلْ تَجِدُوْنَ عِنْدَهُمْ جَزاَءً ؟!

“Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya’. Allah akan mengatakan kepada mereka pada hari Kiamat tatkala memberikan balasan atas amal-amal manusia “Pergilah kepada orang-orang yang kalian berbuat riya’ kepada mereka di dunia. Apakah kalian akan mendapat balasan dari sisi mereka?” [HR Ahmad, V/428-429 dan al Baghawi dalam Syarhus Sunnah, XIV/324, no. 4135 dari Mahmud bin Labid. Lihat Silsilah Ahaadits Shahiihah, no. 951]

Na’udzubillahi min dzalik. Sahabatku, marilah kita luruskan niat dan ikhlaskan semua perbuatan, tulus karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Cukuplah berbuat seperti Uwais Al Qorni, yang dikenal oleh penduduk langit, namun tidak oleh penduduk dunia. Betapa luhur sikapnya terhadap ibu kandungnya, yang membuat namanya harum di langit. Allah Maha Mengetahui isi hati setiap diri manusia, marilah menata hati, memperbagus amal dan memperhalus lisan, yang semuanya atas dasar penghambaan yang tulus dengan memurnikan keta’atan kepadaNya. Semoga Allah Subhanhu wa Ta’ala Ridho terhadap kita dan Semoga kita dijauhkan dari Riya’ dan Syirik serta selalu menunjukkan jalan kepada kita agar selalu ikhlas padaNya.
Wallahu a’lam.