MEMASAK buatku BAHAGIA

Nur Adinda Ramahdani, begitu nama lengkapnya. Gadis cilik kelahiran Sidoarjo, 21 November 2003 silam ini adalah anak ke- 3 dari 3 bersaudara buah hati pasangan Bapak Dedy Indra dan Ibu Eva Rahmi. Dinda, demikian ia biasa dipanggil, kini menjadi anak asuh penghuni Asrama Putri Suara Hati. Sejak 4 Februari 2015 Dinda resmi menjadi anak asuh Yayasan Suara Hati dan tinggal di asrama berserta kedua kakak kandungnya, yakni Dina dan Randi.

Duduk di bangku Kelas 6 SDN Bangah, Dinda memiliki cita-cita menjadi seorang dokter spesialis anak. Si cantik dengan suara imut ini memang senang sekali dengan anak-anak kecil. Bersama kedua kakaknya, Dinda memulai kehidupan baru tanpa kasih sayang dari seorang ayah. Tepatnya sudah sekitar 1,5 tahun lamanya mereka bertiga tidak mengetahui di mana gerangan  ayah tercinta kini berada. Sebelum tinggal di Asrama PASH, Dinda dan kakak-kakaknya tinggal bersama sang ibunda yang juga sering sakit karena sibuk mencari nafkah untuk kelangsungan kehidupan mereka.

Tapi itu semua tidak lantas menurunkan semangat Dinda dalam meraih cita-citanya. Ia terus belajar, berusaha dan berdo’a agar Ujian Akhir Kelas 6 nanti ia bisa mendapatkan hasil yang memuaskan dan membahagiakan orang tuanya. Mengisi waktu luang dengan ikut berjualan Mr. Jacobu di depan asrama putri ternyata membuatnya sangat bahagia. Yah, memasak memang menjadi hobi dari si kecil berdarah Jambi dan Padang ini. Ia mengaku sangat senang membantu ibunya memasak kala itu sewaktu masih tinggal satu atap.

Harapan ingin membahagiakan orang tuanya ketika sudah besar nanti benar-benar tertanam dalam dirinya. “Melihat ibu bahagia adalah kebahagiaan saya”, ungkapnya kepada Tim Redaksi Suara Hati. “Saya ingin sukses, punya tempat praktek sendiri jika jadi dokter nanti”, lanjutnya. Si imut ini mengaku terinspirasi oleh dr. Retno Wulandari, Dokter Penanggung Jawab Klinik Amanah Suara Hati yang kebetulan tempat prakteknya berada di samping tempat kos Dinda bersama keluarganya saat masih tinggal bersama. Semoga cita-cita dan harapan anak-anak istimewa ini bisa terwujud dengan dukungan dan doa dari segenap donatur, mitra, dan Pengurus YSH. Maka bagi para pembaca Majalah Suara Hati yang berminat untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak seperti Dinda, bisa langsung bergabung bersama Yayasan Suara Hati. (ita)