SUARA HATI – Bilangan asli dimulai dari angka 1 (satu), dan kita mengetahui bahwa angka 1 merupakan angka yang sangat istimewa dalam kancah perkalkulasian. Mengapa? Karena seluruh angka akan tidak sempurna jumlahnya jika tanpa terhitungnya nilai 1. Misal : angka 2 tidak bermakna 2 jika  kurang 1, angka 7 tidak bermakna 7 jika  kurang 1, angka 9 tidak bermakna 9 jika  kurang 1, dst. Bagaimana dengan angka 0 (nol), dia adalah bukan bilangan asli.

Dari gambaran di atas, nampak begitu jelas bahwa seluruh angka sangat membutuhkan angka/nilai 1. Nah, jika kita tarik gambaran di atas dalam kehidupan kita sehari-hari, maka kita akan dapat memahami bahwa sesungguhnya seluruh apa yang ada di dunia (kehidupan) kita ini tidak akan bisa lepas dari Yang Maha 1 (Satu), Al Waakhid الواحد, Allah ‘Azza wa Jalla.

Sesungguhnya, Nabi Muhammad shallallaahu ‘alayhi wasalam diutus Allah dengan misi menyampaikan ajaran yang 1 (satu), kalimat Tauhid, yaitu agar manusia menyembah Allah semata dan tidak menyembah sembahan lainnya selain Allah. Seorang Muslim wajib beriman atau mempercayai bahwa Tuhan itu ada dan الواحد. Sebagaimana TV, Mobil, Kulkas, dan lain-lain yang tidak mungkin terjadi dengan sendirinya tanpa ada pembuatnya, begitu pula langit, bumi, bintang, matahari, manusia, dan lain-lain. Tentu ada yang membuatnya, yaitu Allah! Bukan Tuhan melainkan hanyalah Dia Yang Maha Tunggal, الأحد.  Jelas sekali Allah memerintahkan pada kita semua, untuk menyampaikan (menda’wahkan) bahwa Tuhan itu Satu, dalam al Qur’an surat al Ikhlash ayat 1-4 :

 

         (4) قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ (1) اَللهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ „

 

Artinya :         

  1. Katakanlah : “Dialah Allah, Yang Maha Satu(Esa)
  2. Allah adalah tempat bergantung
  3. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan
  4. dan tidak tidak ada sesuatupun yang setara dengan Dia”.

 

Penulis dapat menyimpulkan ayat di atas, bahwa kita semua diwajibkan mengimani bahwa Tuhan itu satu, hanya satu. Dalam keterangan lain dalam al Qur’an Allah juga memberikan penjelasan tentang Dia adalah Yang Tunggal/Esa;

“Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa”. Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.” [Al Qur’an Surat Al Kahfi ayat : 110].

Nabi-nabi sebelumnya, seperti Nabi Ibrahim juga mengajarkan tauhid kepada umatnya, yaitu agar hanya menyembah satu Tuhan, yaitu: Allah, dan tidak mempersekutukan Allah dengan yang lain :

“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan),” [Al Qur’an surat An Nahl ayat : 120]

“Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif.” dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.” [ Al Qur’an Surat An Nahl ayat : 123 ]

Jika ada orang yang menyembah Tuhan selain Allah, misalnya berhala-berhala, itu adalah perbuatan yang sia-sia, karena berhala itu bukanlah Tuhan yang Maha Pencipta. Justru berhala itulah yang dibuat oleh manusia :

“Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang.” [Al Qur’an Surat Al A’raaf ayat : 191]

“Katakanlah: “Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfa`at?” Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Al Qur’an Surat Al Maaidah ayat : 76]

Menyembah Yesus atau Isa sebagai Tuhan adalah dosa yang amat besar. Tuhan adalah Pencipta alam semesta, sedang Yesus atau Isa bukanlah pencipta alam semesta. Yesus atau Isa adalah seorang manusia yang dilahirkan dari rahim ibunya, Siti Maryam:

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” [Al Qur’an Surat Al Maaidah ayat : 72]

KeEsaan الواحد الأحد Allah tidak terbantahkan, karena dengan ajaran Tauhid (MengEsakan Tuhan) merupakan cerminan yang logis untuk manusia sebagai makhluk yang memang diberikan motivasi yang tinggi dalam meraih yang unggul dan utama, dalam kehidupan yang serba kompetitif ini. Kita bisa mencerna filosofi dari angka 1 أحد  sebagai berikut :

  • 1 adalah posisi puncak yang menjadi ambisi seseorang dalam bekerja
  • 1 adalah ranking di sekolah yang melambangkan kepintaran
  • Juara 1 adalah tempat paling tinggi yang diincar oleh setiap olahragawan
  • 99,99% artinya tidak sempurna
  • 100% lambang kesempurnaan, total (perfect)
  • 1 mempunyai arti tiada duanya, tiada yang sama
  • 1 demi 1 adalah pepatah untuk mencapai sukses
  • 1 langkah saja, hanya itu yang diperlukan untuk memulai merubah hidup anda
  • 1 suara adalah tanda kesepakatan yang kuat untuk melakukan sesuatu
  • Hanya 1 orang saja, bisa berarti orang yang penuh keyakinan dan tekad
  • “Satu-satunya”, bisa berarti anda paling hebat
  • 1 tujuan, ibadah adalah inti dari kita hidup

Hanya 1 tujuan, adalah isi pikiran para Nabi dan Rasul dalam menjalani kehidupan.

Sepertinya mereka yang memfokuskan hidup dan pikiran mereka pada 1 tujuan saja pada akhirnya mempunyai hidup yang lebih bermakna daripada mereka yang hidupnya fokus pada banyak hal.

Sepertinya hidup ini hanya mengijinkan anda 1 kali saja untuk membuat keputusan besar tentang mau kemana arah hidup kita.

Kemana kita mau bawa kehidupan ini?

“1” (satu) seperti apa yang kita mau jalani? Wallaahu a’lam…

 


Oleh : Abu Ja’far
Suarahati.org