SUARA HATI – Artikel ini sengaja saya sajikan untuk para muslimah lajang sebagai calon ibu, dan tentu untuk mengingatkan saya sendiri juga. Menjadi seorang ibu adalah anugerah terbesar bagi seorang wanita. Menjadi ibu adalah profesi mulia yang jika dijalani secara profesional akan memperoleh hasil yang luar biasa. Dengan kebesarannya itulah, sudah sepantasnya kita para calon ibu belajar menjadi ibu terbaik bagi anak-anak kita kelak. Mempersiapkan sejak dini, berusaha menjadi ibu paling hebat dan tangguh. Minimal menyamai ibu kita sekarang, alhamdulillah bila lebih baik. Jangan sampai yang terjadi adalah kemunduran.
Persiapan menjadi ibu ideal bukan melulu persiapan mencari jodoh ideal bagi kita. Mungkin kebanyakan kita berpikir “Buat apa susah-susah mikir gimana jadi ibu? Punya suami aja belum!” Justru dengan masih lajangnya status kita, semakin banyak waktu yang dapat kita curahkan untuk bersiap semaksimal mungkin, dengan segenap daya yang kita punya, membekali diri dengan beragam ilmu dan keterampilan yang menunjang cita-cita mulia kita: be a great mother.
Persiapan Ruhiyah
Poin ini paling penting. Karena sumber segala kekuatan hanya dari Alloh ta’ala maka kita harus mendekatkan diri kepada-Nya agar kita benar-benar diberi kekuatan iman sehingga kita menjadi wanita yang sholihah dan senantiasa istiqomah. Apa yang musti kita lakukan, jelas kita harus meningkatkan kualitas n kuantitas ibadah kita. Mengikuti kajian, training keislaman, membaca buku-buku tuntunan (fiqh, sirah, hadits, tafsir, dll), dan tentu, banyak beramal. Jika ingin anaknya nanti menjadi Ahlul Qur’an, ibunya juga harus terlebih dulu menjadi sahabat Qur’an.
Persiapan ‘Aqliyah
Siapa bilang perempuan itu tidak perlu sekolah tinggi, justru kita harus sekolah setinggi-tingginya karena ibulah yang nanti menjadi sekolah pertama dan utama bagi anak-anaknya. Menjadi calon ibu musti cerdas, banyak sekali ilmu yang harus kita siapkan. Muatan pendidikan yang perlu kita ajarkan kepada anak-anak kita antara lain : 1. Pendidikan Keimanan, 2. Pendidikan Akhlak, 3. Pendidikan Fikroh/Pemikiran atau Intelektual, 4. Pendidikan Fisik, 5. Pendidikan Sosial, 6. Pendidikan Kejenisan (sexual education), dan 7. Pendidikan Kepribadian. Hendaknya semua kita pelajari dan ajarkan kepada mereka nanti. Salah satu indikator seseorang dikatakan bijak adalah kemampuan memahami sesuatu tanpa mengalami. Bagi kita yang masih lajang, tentu tidak pernah mengalami yang namanya menjadi istri/ibu. Oleh karena itu, kita perlu banyak belajar dari orang-orang yang telah mengalaminya.
Persiapan Mental dan Keyakinan
Kenapa menikah disetarakan dengan perjanjian Allah dengan Rasul-Nya, mitsaqon ghalidza? Itu karena ada tantangan-tantangan berat yang akan dihadapi oleh mereka setelah menikah. Persiapan mental dan keyakinan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Menjadi ibu profesional adalah amanah yang tidak mudah. Perlu konsistensi dan keyakinan yang kuat. Mengingat profesi sebagai ibu rumah tangga adalah sesuatu yang sering dilihat sebelah mata. Bisa jadi akan banyak pihak yang menentang, mungkin keluarga kita atau orang-orang di sekitar kita yang belum paham. Belum lagi jika nantinya ada konflik dalam rumah tangga, atau masalah apapun, sehingga seorang muslimah harus mempersiapkan diri agar tahan banting, tegar dan sabar. Keyakinan adalah kekuatan jiwa, dan kekuatan jiwa hanya diperoleh jika kita dekat dengan Allah Yang Maha Kuat.
Persiapan Ketrampilan
Kita bisa bayangkan bahwa seorang ibu juga adalah juga seorang manajer, guru, ustadzah, dokter, apoteker, chef, ahli gizi, psikolog, akuntan, baby sitter, cleaning service, fashion stylist, designer interior, bahkan ahli peternakan dan pertanian. Wow, semuanya perlu ketrampilan dan perlu dilatih bukan? Dan bukan tidak mungkin kalau nantinya kita juga harus mengerjakan 2-3 pekerjaan dalam satu waktu. Kursus keterampilan semacam memasak, merangkai bunga, menjahit, mendesain interior, dll akan berguna, selain untuk menunjang kebutuhan rumah tangga juga membantu meningkatkan meningkatkan finansial keluarga lewat jalur bisnis. Kita tahu bahwa Allah membuka 99 pintu rizqi-Nya melalui gerbang perniagaan alias wirausaha. Dengan berwirausaha, banyak sekali manfaat yang akan kita dapatkan. Lebih bersyukur, lebih menghargai uang dan kerja keras, dan dengan berbisnis sesuai syariat, insya Allah kita akan lebih peka dan peduli terhadap keadaan kaum dhuafa, sehingga semakin mantap dalam bershodaqoh.
Persiapan Jasmani
Dengan tugas-tugas sebagai ibu yang bejibun di atas, juga peran kodrati seorang ibu, mengandung dan melahirkan, menyusui, dan mendidik anak, jelaslah sangat membutuhkan dukungan fisik yang sehat dan kuat. Membiasakan pola hidup sehat dan teratur sudah harus dimulai sejak dini, makan sehat dan teratur (tentu yang terjaga kehalalan dan keamanannya juga), istirahat yang cukup dan berkualitas, olahraga, musti banyak asupan kalsium untuk mencegah osteoporosis, dan jika anemia harus memperbaiki asupan zat besi, dan jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan diri.
Rancang Target-Target Ibu Profesional dan Berusaha Menepatinya
Tulis target, harapan, keinginan, gambaran ideal kita tentang seorang ibu. Ibu yang baik, hebat, tangguh harus begini, harus begitu. Misalnya : harus bisa bikin masakan yang lezat dan sehat, harus hafal Qur’an minimal juz amma, harus bisa bantuin ngerjain PR anak Kelas 1 SMU, harus bisa .. (isi sendiri) beserta cara-cara untuk menggapainya. Tempel semua itu di tempat-tempat yang sering kita lihat, sehingga akan terus memotivasi kita dalam setiap langkah. Tapi ingat, jangan paksakan diri dalam membuat target. Karena kalau terlalu berat, akan semakin menyurutkan langkah. Pelan tapi pasti dan terus istiqomah, insya Allah lebih baik.
Jadi, banyak jalan menuju surga. Banyak cara yang bisa ditempuh untuk menjadi seorang ibu yang profesional. Intinya satu, semangat menuju cita-cita itu harus selalu kita nyalakan. Mumpung masih sendiri, maksimalkan waktu kita untuk berbuat lebih, agar hasilnya juga lebih.. Percayalah, hanya dengan persiapan diri yang baik, jodoh yang dijanjikan-Nya juga akan baik. Dan janji Allah pasti benar. Wanita yang baik hanya untuk laki-laki yang baik.
Mari kita siapkan diri kita menyambut peran kita yang mulia berbuah syurga, menjadi ibu.
“Ibu adalah sebuah sekolah, yang apabila engkau persiapkan (dengan baik), berarti engkau telah mempersiapkan suatu bangsa dengan dasar yang baik.”
(erin, dari berbagai sumber)


Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?
Can you be more specific about the content of your article? After reading it, I still have some doubts. Hope you can help me.
Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?