إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاء ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“ Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang ( melakukan ) perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS An-Nahl [16]: 90)

SUARA HATI – Surat  dan ayat ini dalam versi bahasa Al Qur’annya tentu tidaklah asing di telinga Umat Islam, karena di setiap Khutbah Jum’ah dibacakan dan diserukan kepada kita oleh khotib. Mungkin supaya lebih diresapi dan dipahami oleh jama’ah sholat, arti dari ayat tersebut harus dibacakan, bahwasanya setelah pulang dari Sholat Jum’at kita punya tugas untuk kehidupan ini.

Hakekat Sholat Jum’ah adalah hari wajib berkumpulnya Umat Islam untuk syuro’, suatu majelis yang mulia di masjid-masjid Allah dimana Umat Islam diberikan pengayoman kehidupan dan spiritual oleh Ulil Amri dan Alim Ulama.

Berbicara tentang pengayoman kehidupan dan spiritual manusia, bila disimpulkan adalah berbicara tentang hak dan kewajiban, dan dalam rangka memenuhi hak dan kewajiban itu, Umat Islam diseru agar bertebaran ke penjuru bumi untuk mencari karunia/ridho Allah yang adil dan ihsan.

Al adl  dalam ayat di atas adalah tindakan mengatakan bahwa yang baik itu baik dan yang buruk itu buruk, tetapi di samping itu juga harus ada al ihsan, yaitu mengakui kebaikan orang apabila orang itu betul-betul baik, sebab tidak ada orang yang sepenuhnya buruk, sebagaimana tidak ada orang yang sepenuhnya baik. Surga dan neraka telah dijanjikan oleh Allah SWT dalam Surat 101 Ayat 6-11 : Maka barang siapa timbangannya (amal kebaikannya) berat, akan hidup bahagia. Tetapi barang siapa timbangannya (amal kebaikannya) ringan, maka tempat tinggalnya lubang yang paling dalam. Dan tahukah kamu apa itu? (itulah) api yang membara.

Jadi, tidak ada orang yang seratus persen baik tanpa cacat. Demikian juga tidak ada orang yang seratus persen buruk tanpa kebaikan. Maka kutipan Q. S. 16 : 90 di atas adalah untuk mengingatkan kepada kita semua agar tidak melakukan generalisasi secara serampangan. Kita harus adil sebagaimana Allah juga adil kepada kita.Kita juga harus melakukan ihsan, sebagaimana Allah telah melakukan ihsan kepada kita.

 

oleh : Didik Junaedi, ST