Disaat pandemi seperti saat ini, 3M merupakan cara yang wajib dilaksanakan oleh setiap orang agar terhindar dari penyakit Covid-19. 3M meliputi mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak minimal 2 meter antara 1 orang dengan lainnya. Apabila hal ini dilakukan oleh semua masyarakat, maka angka kejadian Covid-19 bisa ditekan. Hal ini diperlukan agar masyarakat menjadi lebih sehat. Dalam kondisi sehat manusia akan lebih mudah mencapai impiannya dan menuju sukses mulia. Bagaimanakah cara menjadi sukses mulia?

Cara pandang seseorang akan menentukan kualitas hidup seseorang, hal ini akan mempengaruhi kesuksesan dalam hidupnya. Apabila seseorang yang ingin berangkat bekerja memiliki cara pandang bahwa ia lebih baik bekerja daripada menganggur di rumah, pasti berbeda dengan orang yang berangkat bekerja demi menafkahi orang yang dicintai yaitu istri dan anaknya. Begitu pula dengan orang yang berangkat bekerja dengan cara pandang karena ingin meninggalkan legacy di dunia ini. Anda pasti tahu dari ketiga cara pandang ini mana diantaranya yang di kemudian hari hidupnya jauh lebih bermakna dan bermartabat.

Sayangnya, cara pandang ini sering dihalangi dengan hal-hal negatif yang ada dalam diri kita. Oleh karena itu, setidaknya anda perlu menghindari penyakit yang saya sebut penyakit 3M. Penyakit 3M yang saya maksud berbeda dengan istilah 3M yang sudah saya jelaskan sebelumnya. Penyakit 3M yang saya maksud adalah:

  1. Menyalahkan orang lain

Apabila suatu masalah menimpa pada diri anda, dan kemudian yang pertama kali anda lakukan adalah menyalahkan orang lain sehingga orang lain menjadi tertuduh, sedangkan anda kelihatan suci, maka ini adalah salah satu cara pandang yang negatif. Mengapa? Karena kita sibuk mencari kesalahan orang lain daripada kita introspeksi diri terhadap perjalanan hidup yang sudah kita jalani.

  1. Membandingkan diri dengan orang lain

Anda selalu membandingkan hidup anda dengan si A atau si B. Karena bisa jadi si A atau si B lebih hebat. Kehebatan si A atau si B disebabkan mereka fokus terhadap kekuatan atau potensi yang dimilikinya. Pastinya anda akan tertinggal jika anda ingin hidup sesuai dengan hidup si A atau si B. Kekuatan atau potensi diri anda berbeda dengan orang lain. Maka anda perlu fokus terhadap potensi diri tanpa membanding-bandingkan dengan orang lain. Apakah tidak perlu kita membandingkan? Jawabannya boleh. Yang boleh dibandingkan adalah bagaimana kehidupan anda tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu. Bagaimana kehidupan anda bulan ini dibandingkan bulan lalu. Sebagai instropeksi diri dan alat ukur, apakah anda sudah berkembang atau belum.

  1. Membanggakan diri

Orang-orang yang sibuk membanggakan dirinya “yes aku hebat”, “yes aku luar biasa” biasanya justru tidak akan berbenah diri, malah yang muncul adalah kesombongan belaka. Pada akhirnya ia tidak mau menerima nasihat maupun ilmu dari orang lain yang dianggap lebih rendah dari dirinya. Kualitas hidup seseorang tergantung dari cara pandang orang itu sendiri.

Cara pandang hidup anda sebaiknya cara pandang hidup yang positif. Sangat disayangkan apabila cara pandang hidup kita yang negatif dan selalu diwarnai 3M. Menjadi manusia yang sukses mulia, tentunya sangat diidam-idamkan. Hindari dan jauhi 3M apabila anda ingin memiliki cara pandang hidup yang berkualitas dan berkelas. Semoga bermanfaat.

Oleh : dr. Berlian Aniek Herlina, M.Psi.

Klinik Layar Husada