LUPAKAN ATAU AWALI

Oleh : Iqomatun Nufus

Kadiv Administrasi Keuangan

 

Pernah melihat bagaimana roket yang membawa satelit meluncur ke ruang angkasa? Di awal fase peluncurannya, terlihat jelas begitu banyak gas panas dan kepulan asap yang keluar dari bagian bawah roket, yang menandakan bahwa roket mulai bergerak meninggalkan bumi. Menurut NASA, tidak kurang dari 11.000 pounds atau sekitar 4.989 kg hydrogen cair yang dibakar di awal peluncuran roket, yang mana ini setara dengan 2.000.000 kali volume BBM yang digunakan untuk menggerakkan mesin mobil .

Sebagaimana awal meluncurnya sebuah roket yang perlu energi besar untuk melepaskan diri dari gravitasi bumi, demikian pula energi yang diperlukan ketika memulai suatu perubahan. Sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Apalagi ketika banyak perhitungan dan analisa yang dilakukan sehingga ide dan inspirasi hanya berhenti di dalam pikiran.

Yang perlu diperhatikan diri adalah kadang perubahan memerlukan waktu yang lama untuk terlihat hasilnya. Untuk hal-hal ini diperlukan kesabaran, jangan sampai cepat putus asa kemudian mengubah usaha yang sudah dilakukan. Dikhawatirkan akan kembali ke nol sehingga justru malah tidak akan pernah berubah.

Ketika manusia meyakini bahwa yang tidak bisa berubah adalah Perubahan itu sendiri, maka keberadaan Zona Nyaman sebenarnya hanya ilusi. Cepat atau lambat, zona nyaman akan berubah menjadi zona yang paling tidak nyaman, sebagaimana dijelaskan dalam QS  Ar-Ra’d ayat 11

إِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”

Sebagaimana yang dijelaskan ayat di atas bahwa semua orang itu dalam kebaikan dan kenikmatan. Allah tidak akan mengubah kenikmatan-kenikmatan seseorang kecuali mereka mengubah kenikmatan menjadi keburukan disebabkan karena perilakunya sendiri, dengan bersikap zalim dan saling bermusuhan kepada saudaranya sendiri.

Yuk memulai untuk merubah diri menjadi yang lebih baik, dengan meningkatkan iman kita kepada Allah. Karena kita ingin hari esok menjadi lebih baik dibandingkan hari ini.