Suarahati.org, Sidoarjo – Mampu menggunakan teknologi terbaru adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh anak-anak kita di zaman sekarang, dan kesempatan yang luar biasa untuk belajar dan menggali pengetahuan tersedia lewat internet. Lantas bagaimana menjaganya agar tetap aman? Panduan kami akan membantu Anda untuk mengantisipasi RESIKO dan mengajarkan kebiasaan berinternet yang baik serta penjelajahan yang aman di dunia maya.

 

RESIKO : Melihat isi situs yang tidak sesuai.

Yang Bisa Anda Lakukan : Manfaatkan layanan filter yang tersedia di situs mesin pencari yang biasa Anda gunakan maupun memasang software berupa ‘parental control’ pada komputer Anda. Beberapa type dari software tersebut bisa membatasi akses pada website tertentu berdasarkan kata yang Anda ‘sensor’, sedangkan ada beberapa type software lain yang bisa menjaga agar jangan sampai anak mengungkapkan atau memberikan informasi pribadi ke internet, beberapa type lain bisa memantau website ataupun situs yang dikunjungi oleh anak Anda. Anda juga bisa menyusun daftar situs favorit untuk mempersingkat waktu pencarian yang diperlukan anak. Tapi ingat, ketiadaan parental control berarti Anda harus ikut mengawasi dan berdiskusi tentang beberapa konten yang terkadang muncul di layar internet dan itu tidak sesuai untuk anak-anak. Katakan kepadanya, jika ia menemukan sesuatu yang aneh dan membuatnya tidak nyaman ia harus segera menutup situs itu dan memberitahu orang dewasa yang terdekat dengannya.

 

RESIKO : Memberi informasi kepada perusahaan, teman, atau orang asing.

Yang Bisa Anda Lakukan : Anda harus bicarakan hal ini. Internet bisa jadi benda yang abstrak bagi anak-anak, jadi berat baginya untuk mengerti bahwa memberi informasi adalah masalah besar. Plus, di usianya ini, memberi informasi adalah upaya untuk mengakrabkan diri dengan teman. Jelaskan bahwa menyimpan password dan informasi pribadi lainnya adalah sama pentingnya dengan mengunci rumah di malam hari dan menghindari orang asing. Pastikan ia tidak menggunakan data pribadi untuk ID emailnya dan password-nya tidak mudah ditebak (cara yang baik adalah mengombinasikan angka dan huruf). Anda tidak perlu membuatnya takut, tapi ingatkan dia tentang bahayanya. “Katakan padanya jika sesuatu yang buruk terjadi atau ia melihat sesuatu yang membuatnya tak nyaman, itu bukan salahnya dan dia tidak dalam masalah, tapi yang terpenting baginya adalah menceritakan pada Anda apa yang terjadi,” tutur Parry Aftab, Direktur Eksekutif WiredSafety.org.

 

RESIKO : Menghabiskan waktu terlalu banyak.

Yang Bisa Anda Lakukan : Anda resah meninggalkannya terpaku di depan internet, sementara Anda harus menyiapkan makan malam. Tapi ingat ini : mengawasinya saat online sama pentingnya dengan mengawasinya saat ia sedang di taman bermain. Buat batasan waktu yang tegas untuk permainan dengan menggunakan internet, dan jika ia mengerjakan PR dengan komputer, pastikan ia tidak terganggu dengan permainan atau chatting. Letakkan komputer di ruang keluarga sehingga Anda bisa sering mengeceknya, berselancar di dunia maya bersama dan membuka situs-situs yang informatif, dan yang terpenting, apa yang dikerjakannya dengan internet. “Libatkan diri Anda dalam kehidupannya di dunia maya,”saran Robin Raskin, pakar internet keluarga dan penasihat teknologi untuk Yahoo.

 

RESIKO : Satu klik yang salah dan bum! Dokumen atau foto penting Anda menghilang.

Yang Bisa Anda Lakukan : Simpan dokumen di tempat yang aman sebelum Anda membiarkan anak berinternet. Berikan jalur khusus untuknya masuk ke sistem operasi Anda sehingga ia tidak membuang dokumen Anda. (Namun pastikan Anda juga mengetahui password miliknya.) Pasang antivirus atau pop up blocker jika Anda belum menggunakannya, agar anak tidak mengunduh (download) sesuatu yang bervirus.

 

RESIKO : Si manis tiba-tiba berubah menjadi kasar di dunia maya.

Yang Bisa Anda Lakukan:Cyber-bully adalah masalah yang nyata, karena anak-anak tidak berpikir bahwa hal itu berpengaruh jika mereka mengucapkannya di dunia maya,” ujar Raskin. “Anak-anak bisa mengatakan kata-kata yang menyakitkan, namun tidak bisa melihat reaksi sosial dari kata-katanya itu.” Ini adalah isu yang besar untuk para orang tua yang membolehkan anak-anaknya chatting dan mengirim email. Jika Anda mengizinkannya untuk berkomunikasi secara online, pastikan ia hanya bicara pada temannya yang ada di dunia nyata, dan gunakan program chat yang bisa melindunginya dari sembarang orang. suarahati.org

Demikian, semoga bermanfaat.

 

(erin, sumber : parentsindonesia.com dengan penyesuaian)

 

 

Silahkan Di Share, jika Artikel Ini Bermanfaat ! “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893)
0Shares
0Shares