Beragam makar untuk memecah belah ummat ini, mestilah kita sikapi dengan benar dan berpanduan yang benar. Rasululloh memberikan indikasi kebangkitan muslim atau bahkan keruntuhannya dikarenakan bagaimana ummat itu memperlakukan Al-Qur’an. Jika Al-Qur’an diperlakukan hanya sebagai bacaan dan literasi yang sempit, maka tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Namun jika Al-Qur’an ditadabburi dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, pasti beda kualitas ummat ini. Sebagai bekal kebangkitan.
إِنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا، وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ
“Sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum dengan Al-Qur’an ini dan menghinakan yang lain dengannya.” (HR. Muslim).
Ummat islam mencatatkan sejarah keemasaannya karena Al-Qur’an. Semua dimulai dari bagaimana ummat itu memperlakukan Al-Qur’an. Bukan hanya dalam perlakuan fisik, tapi mulai dari tadarus, tadabbur hingga mengamalkan dalam kehidupan riil.
Berangkat dari perintah hijrah dari Mekkah ke Yasrib (Madinah) adalah praktik Al-Qur’an secara nyata. Selama 13 tahun di Mekkah dan 8 tahun di Madinah, tercapailah kemenangan awal yakni, fathul makkah. Selanjutnya Nabi Muhammad melanjutkan dan menikmati futuh itu selama 3 tahun.
Apa pentingnya kisah singkat ini?
Kebangkitan muslim, tak akan terjadi saat meninggalkan Al-Qur’an, maksudnya bukan sekedar membaca, tapi mengamalkan dalam kehidupan berumahtangga, bermasyarakat hingga berbangsa dan bernegara. Madinah sebagai kota peradaban yang dibangun selama 10 tahun dan menjadi pusat kota yang mengantarkan semua peradaban Islam.
Semua sahabat yang diperkirakan 120.000 orang terlibat dalam majelis Nabi atau yang terdidik secara langsung maupun tidak langsung, melahirkan 2000 orang pemimpin bumi. Kesemuanya benar-benar memiliki ilmu dan ruh Qur’an yang kuat. Begitu seharusnya pemimpin itu, cinta Al-Qur’an dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupannya, hingga memiliki cita-cita besar akan peradaban islam.
Jadi, Al-Qur’an kuncinya, ajari dengan sabar generasi ini cinta Al-Qur’an dengan tadarus, tadabbur, tahfidz hingga ruh Al-Qur’an itu benar-benar menghujam dan mengakar (radix). Karena jika generasi muslim ini meninggalkan Al-Qur’an, mereka akan direbut kaum materialisme, sekulerisme dan liberalisme. Padalah kita yang melahirkan, membesarkan. Maka sabar dan tekunlah membangun ruh Al-Qur’an kepada generasi. Merekalah yang membawa visi tauhid ini pada nantinya.


ventolin 70: buy albuterol inhaler – cheap ventolin inhaler
generic ventolin medication
buy ventolin tablets uk: Buy Ventolin inhaler online – compare ventolin prices
cheap Rybelsus 14 mg: buy semaglutide online – rybelsus generic
ventolin 108 mcg: buy albuterol inhaler – where can i buy ventolin over the counter