Suarahati.org, Sidoarjo – Sebulan lagi kita memasuki bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah dan penuh hikmah. Pada bulan itu juga akan banyak hal yang harus dipersiapkan oleh orang tua terutama bagi yang mempunyai anak-anak yang dalam pembelajaran berpuasa. Karena bagi anak-anak puasa sebagai tantangan menahan lapar dan haus apalagi jika melihat makanan favorit. Bisa juga sebagai suatu hal yang menyenangkan bagi anak-anak yang memang sulit untuk makan dalam kondisi apapun, maka puasa sebagai suatu hal yang menyenangkan. Karena sejatinya puasa akan melatih anak untuk sabar, jujur, berpola hidup yang disiplin, belajar berbagi dan mampu mengendalikan diri.
Orang tua bisa mulai memberikan pembelajaran puasa pada anaknya pada umur empat atau lima tahun. Belajar puasa secara bertahap akan lebih baik bagi anak yang disesuaikan dengan daya tahan dan kemampuan masing-masing anak. Melatih anak untuk puasa selama beberapa jam dalam beberapa hari, an tetap diajak untuk makan sahur. Semakin bertambah umur anak, rentang waktu puasa bisa ditambah secara bertahap sampai bisa beradaptasi dengan waktu puasa secara penuh.
Inilah cara yang mudah untuk membuat anak bisa menikmati puasanya dengan semangat :
- Memberitahu anak tujuan dan manfaat puasa
Segala hal kalau diberikan informasi tujuannya insya allah akan lebih mudah difahami oleh anak, terutama puasa. Sehingga anak benar-benar tahu tujuan puasa dengan benar dan jujur dengan dirinya sendiri. Selain memperkuat iman dan mendapatkan pahala, juga menyehatkan tubuh dan belajar berbagi dengan sesama. Manfaat puasa bagi kesehatan anak, diantaranya adalah pola atau jadwal makan menjadi lebih teratur sehingga berdampak positif bagi kesehatan lambung anak. Selain itu, dengan berpuasa, anak tidak lagi makan berlebihan sehingga kemngkinan anak mengalami obesitas (kegemukan) dapat dikurangi. Jajanan yang tidak sehat juga dapat dikurangi selama bulan puasa, karena otomatis anak tidak jajan sembarangan ketika siang hari. Hal ini, tentu akan mengurangi kemungkinan munculnya berbagai penyakit seperti diare dan demam typhoid (typhus) akibat memakan jajanan yang kurang bersih.
ㅤ
Selain manfaat yang dirasakan oleh tubuh, puasa juga bisa melatih kecerdasan emosional anak. Apalagi, anakanak masih sangat tinggi kadar ego/keakuannya. Dengan berpuasa, anak-anak dilatih untuk menahan diri dari makan dan minum, padahal di luar bulan ramadhan, mereka bisa makan kapan saja. Jangan lupa untuk mengajarkan pada anak mengenai pentingnya menahan lisan dari berkata-kata yang tidak baik dan menahan diri dari amarah ketika ada hal-hal yang tidak disukai.
ㅤ
ㅤ
- Melakukan secara bertahap
Memberikan pengajaran dan mengajak anak untuk berpuasa pertama kali bukanlah hal mudah. Perlu kesabaran dalam mengajarkan anak berpuasa. Selain itu, melakukan secara bertahap terlebih lagi jika anak masih sangat kecil. Kita bisa mulai membiasakan anak berpuasa setengah hari terlebih dahulu, kemudian naik ke tahap hingga anak bisa berpuasa sehari penuh.
ㅤ
ㅤ - Isi dengan kegiatan menyenangkan
Membuat puasa sebagai suatu hal yang spesial dan menyenangkan, jadi anak akan merasa bahwa puasa adalah hal yang menyenangkan dan istimewa. Namun, jangan terlalu berlebihan. Hal ini bertujuan agar anak bersemangat dalam berpuasa. Misalnya, mengisi waktu dengan menemani anak membaca beberapa buku cerita atau mengajak anak memilih menu berbuka. Melibatkan anak-anak merencanakan menu berbuka atau menu sahur yang disenangi.
ㅤㅤ
- Tetap Aktif dan Energik
Bulan suci Ramadhan, banyak sekali kegiatan ibadah yang tentunya banyak menguras tenaga anak. Apalagi jika anak masih harus masuk sekolah, mengikuti les atau kursus, dan malamnya mereka masih bersemangat untuk sholat tarawih, belajar membaca Al-Qur’an, sahur dan lain-lain. Tetap aktif dan energik memang bagus selama bulan puasa, tapi kita harus sering mengingatkan anak untuk beristirahat. Sebagai orangtua, hendaknya kita mengatur jadwal tidur anak, karena mereka masih dalam usia pertumbuhan yang membutuhkan banyak istirahat. Jangan sampai terjadi gangguan keseimbangan fisiologis dalam tubuh anak, yang berakibat pada menurunnya kekebalan tubuh sehingga anak menjadi mudah sakit.ㅤ
- Membuat menu sahur yang bervariasi
Supaya anak semangat berpuasa, ciptakan menu dan suasana sahur yang menyenangkan. Mengajari anak makan sahur pelan-pelan sebab mereka belum terbiasa dengan pola makan sahur yang berbeda waktunya dengan biasanya. Karena harus makan di tengah malam dalam kondisi belum lapar. Supaya anak lebih mudah makan sahur, masaklah menu sahur kesukan si kecil dan hidangkan semenarik mungkin. Tidak ada salahnya orang tua menanyakan langsung kepada anak, menu apa yang ingin dimakan sehingga menambah semangat sahurnya. Menyajikan menu sahur yang mengandung semua zat gizi seimbang sesuai kebutuhan anak. Memilih sumber karbohidrat dengan memiliki indeks glikemik rendah, seperti nasi merah, atau kentang, sehingga bisa memperlama rasa kenyang. Jangan lupa sertakan buah dan sayur yang juga tinggi serat. Setelah selesai sahur, ajak anak untuk sholat subuh berjama’ah. Selain mengajarkan pentingnya sholat berjama’ah, kebiasaan ini juga bisa mengusir rasa kantuk pada anak.
ㅤ
Usahakan supaya anak tidak langsung tidur kembali dengan perut penuh setelah makan sahur. Setelah sholat subuh, ajak anak untuk melakukan aktivitas yang tidak terlalu menguras tenaganya, seperti membaca Al-Qur’an, membacakan buku cerita untuk mereka, atau mengulang hafalan do’a sehari-hari. Hindarkan anak-anak dari aktivitas yang menguras tenaga, seperti bermain kejar-kejaran misalnya. Memberikan makanan yang tinggi kalori dan protein pada anak ketika sahur, supaya anak mempunyai cadangan energi yang cukup untuk beraktivitas selama berpuasa. Cukupi kebutuhan cairan anak supaya tidak terjadi dehidrasi (kekurangan cairan). Usahakan tercukupi 6-8 gelas cairan. Cairan yang dimaksud tidak hanya air putih, tapi termasuk juga susu, jus buah, kuah sayur, dan lain-lain.
ㅤ
- Membuat menu berbuka yang menarik
Saat berbuka puasa, sebaiknya menyajikan makanan atau minuman yang manis agar energi anak lebih cepat kembali. Menu pilihan anak-anak yang tetap bernilai gizi yang baik. Hindari langsung mengonsumsi makanan berat seperti nasi, jangan juga konsumsi makanan yang berbumbu terlalu tajam seperti terlalu asam atau pedas. Memberikan makanan dengan suhu yang sesuai (tidak terlalu panas dan dingin). Makanan buka puasa pun wajib mengandung zat gizi seimbang yang dibutuhkan oleh tubuh sesuai umur dan jenis kelamin anak.
ㅤ
Ibu menyiapkan menu makanan berbuka yang bergizi dan disukai anak, misalnya kurma yang dimakan langsung atau dimodifikasi menjadi puding kurma, kue kurma, es buah kurma dan lain-lain. Hal ini tentu akan makin menambah semangat anak. Apalagi, kurma merupakan salah satu makanan yang mengandung gula sederhana yang siap dipakai oleh tubuh. Selain itu, kurma mengandung kalori dan kalium tinggi yang mudah diserap oleh tubuh, dan sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak. Jangan lupa untuk mengajarkan do’a berbuka puasa dan ingatkan anak untuk selalu bersyukur dengan nikmat dari Allah ta’ala berupa hidangan berbuka.
ㅤ
- Memberi pujian
Memberi dukungan dan pujian pada anak supaya anak merasa termotivasi untuk berpuasa di esok hari. Pasalnya, puasa merupakan tantangan baru untuk anak karena harus menghentikan makan dan minum selama beberapa saat. Memberikan hadiah jika anak bisa puasa penuh selama sebulan , sebagai suatu hal yang menyenangkan dan membuat anak menanti saat puasa tahun depan datang lagi.
Semoga Bermanfaat.
SUARAHATI.ORG

