Suarahati.org, Sidoarjo – Dalam sebuah acara seminar, tiba-tiba sang motivator berhenti berkata-kata. Ia mulai memberikan balon kepada masing-masing peserta. Mereka diminta untuk menulis namanya di balon-balon tersebut dengan menggunakan spidol. Setelah itu, semua balon dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam ruangan lain.
Sekarang semua peserta disuruh masuk ke ruangan itu dan diminta untuk menemukan balon yang telah tertulis nama mereka. Mereka diberi waktu hanya 3 menit! Semua orang panik mencari nama mereka, bertabrakan satu sama lain, mendorong dan berebut dengan orang lain di sekitarnya sehingga terjadi kekacauan! Waktu 3 menit sudah usai. Tidak ada seorangpun yang bisa menemukan balon mereka sendiri.
Lalu di kesempatan berikutnya, sang motivator meminta kepada para peserta untuk secara acak mengambil sembarang balon dan memberikannya kepada orang yang namanya tertulis di atasnya. Tak sampai 3 menit semua orang sudah memegang balon dengan nama mereka masing-masing.
Akhirnya sang Motivator berkata :
“Apa yang kita alami ini mirip dan sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Semua orang sibuk mencari kebahagiaan untuk diri sendiri. Mirip dengan mencari balon mereka sendiri, dan banyak yang gagal. Mereka baru berhasil mendapatkannya ketika mereka memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Mirip dengan memberikan balon tadi kepada pemiliknya.”
Ingat bahwa, kebahagiaan kita sebenarnya juga terletak pada kebahagiaan yang kita berikan kepada orang lain. Beri kebahagiaan kepada orang lain, maka Anda akan mendapatkan kebahagiaan Anda sendiri.
Ya, ini sesuai dengan apa yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
“Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim).
(Pijar.net)

