Oleh : Etty Sunanti

 

Ketika seorang anak dipanggil orang tua, pura-pura diam. Mengabaikan panggilannya. Meski dipanggil berulang kali. Rasanya orang tua begitu jengkel. Apalagi si anak ketika berbicara, dengan nada tinggi bahkan membentak. Hancur rasa hati orang tua.

 

Padahal, dalam Islam etika atau akhlaq anak kepada orang tua merupakan persoalan penting. Sikap anak yang harus diprioritaskan dalam dunia pendidikan. Pelajaran ini disebut Birrul Walidain.

 

Birrul Walidain berasal dari Bahasa Arab. Birr artinya berbuat baik. Al walidain artinya kedua orang tua. Adalah bagian dalam etika Islam yang menunjukkan kepada tindakan berbakti (berbuat baik) kepada kedua orang tua. Yang mana, berbakti kepada orang tua ini hukumnya fardhu (wajib) ain bagi setiap Muslim. Meskipun kedua orang tuanya non muslim. Sang anak harus tetap berbuat baik.

 

Allah Ta’ala berfirman, yang artinya : “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua” (QS. An Nisa: 36).

Sampai-sampai birrul walidain ini disejajarkan dengan dosa musyrik, yang tidak diampuni oleh Allah Azza wa Jalla.

 

Mengapa ada anak sholih yang begitu berbakti kepada orang tua. Tetapi ada juga anak yang durhaka? Berikut beberapa sebab anak bisa menjadi durhaka.

  1. Terbiasa makan dan minum yang haram

Haram baik dari zat atau sumbernya. Sehingga darah dalam tubuhnya terkontaminasi zat-zat syaithoniyah, yang menyebabkan amat kesulitan dekat kepada Allah. Kalau anak sudah jauh dari Allah, sudah tentu mereka akan berperangai buruk. Meskipun kepada orang tuanya. Maka, jika kita menginginkan memiliki anak yang sholih-sholihah, yang mampu birrul walidain, maka pastikan mereka terjaga dengan makan dan minuman yang halalan thoyyibah.

  1. Berikan teladan yang baik

Apa yang dilihat seorang anak, apa yang didengar seorang anak, pasti akan terekam oleh mereka. Maka besiaplah mendapatkan out put yang dahsyat. Anak ibarat cetakan kue, tergantung kita sebagai orang tua, mau mencetak dia seperti apa. Kalau orang tua santun, maka akan mendapati anak yang santun. Begitupun sebaliknya, jika memberikan teladan yang buruk, maka anak akan buruk pula. Beberapa kasus di sekolah, anak-anak yang suka memukul teman. Suka marah, membentak, berteriak pada orang lain. Terbukti karena setiap hari ada teladan yang mereka lihat. Rata-rata mereka melihat perilaku buruk ayahnya, yang seperti itu. Maka, jika kita menginginkan anak mengamalkan birrul walidain dengan baik. Pastikan mereka mendapati teladan yang baik dari orang tua.

  1. Nasihati dan arahkan mana yang haq dan mana yang bathil

Berapa banyak hari ini, orang tua sibuk bekerja, sehingga mereka lalai bahkan tidak sempat menasihati putra putrinya. Sehingga anak hanya mendapati tabiat teman-temannya. Ketika temannya terbiasa berkata jorok, terbiasa berbuat dholim, maka pasti anak akan menirukan. Sementara, kekhilafan anak, orang tua telah luput dari pengamatan. Lambat laun, orang tua hanya bisa menikmati hasil tabiat yang buruk. Kebiasaan buruk, yang berlarut larut, sudah sangat sulit di kendalikan. Yang semestinya, ketika anak melakukan sedikit kesalahan, dan segera kita ingatkan. Tetapi ketika sudah bertumpuk tumpuk, bagaimana mungkin orang tua bisa menghentikan. Yang ada hanya penyesalan semata. Maka, jika ingin mendapati anak mampu melakukan birrul walidain. Maka pastikan, anak anak sangat dekat dengan orang tua. Dan senantiasa mendapati nasihat orang tua adalah segalana bagi mereka.

  1. Fahami perasaan dan penuhi hak hak mereka sebagai anak

Ketika orang tua sudah mampu memahami perasaan mereka, serta terpenuhi hak mereka sebagai anak. Insyaa Allah mereka akan menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. Kebanyak anak durhaka, karena mereka merasa orang tua tidak adil kepada diri anak. Dan anak merasa orang tua hanya bisanya menuntut dan menyalahkan mereka. Rasa berontak karena sikap orang tua yang salah. Maka dengan memahami perasaan mereka, akan mampu menjadikan anak merasa berterima kasih dan bangga memiliki orang tua yang baik.

  1. Pilihkan lingkungan yang baik untuk buah hati kita

Teman dan lingkungan sangat berperan besar membentuk akhlaq yang mulia. Ketika teman-teman putra-putri kita, adalah anak yang santun, berbakti kepada orang tua mereka. Maka, anak anak akan mencontoh akhlaq temannya.

Maka jika kita ingin anak mampu birrul walidain. Segera pilihkan teman dan lingkungan yang baik serta kondusif.

  1. Do’a kan anak anak agar menjadi anak yang sholih

Yang lembut hatinya. Santun perangainya. Mudah menolong siapapun. Tidak malas, dan rajin membantu orang tua. Senantiasa memuliakan orang tua, dimanapun berada. Anak adalah milik Allah Azza wa Jalla. Maka sudah seharusnya, kita meminta kepada Sang Pemilik Putra Putri kita ini. Do’a adalah senjata yang ampuh untuk menggerakkan apapun. Do’a  adalah keajaiban bagi orang orang yang beriman kepada Allah.

 

Allah Ta’ala juga berfirman:

“Katakanlah : “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: Janganlah kamu memersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang tua..” (QS. Al An’am: 151).

 

Birrul walidain juga diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika beliau ditanya oleh Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu : “Amal apa yang paling dicintai Allah ‘Azza Wa Jalla?”. Nabi bersabda: “Shalat pada waktunya”. Ibnu Mas’ud bertanya lagi: “Lalu apa lagi?”

Nabi menjawab : “Lalu birrul walidain”. Ibnu Mas’ud bertanya lagi : “Lalu apa lagi?” Nabi menjawab : “Jihad fi sabilillah”. Demikian yang beliau katakan, andai aku bertanya lagi, nampaknya beliau akan menambahkan lagi (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Semoga kita semua menjadi orang tua yang mampu mendidik putra-putri kita menjadi anak yang sholih-sholihah. Allahumma Aamiin.