Suarahati.org, Sidoarjo – Di dalam Teori Multiple Intelligences atau Kecerdasan Majemuk oleh Howard Gardner, dijelaskan bahwa kecerdasan itu tak hanya meliputi kecerdasan logis-matematis atau kecerdasan bahasa saja. Tetapi, banyak ragam lain kecerdasan yang mungkin dimiliki oleh anak, yakni kecerdasan linguistik, matematis-logis, spasial, kinestetis-jasmani, musikal, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis.

Delapan Jenis Kecerdasan Anak
Setiap anak bisa memiliki satu atau beberapa kecerdasan yang menonjol dan beberapa kecerdasan lain yang normal atau bahkan rendah.
Bagaimana mengenali jenis-jenis kecerdasan yang dimiliki anak kita?
Ada 2 cara mengenali jenis kecerdasan anak secara sederhana melalui pengamatan yang bisa dilakukan oleh orang tua/ guru.
Apa bentuk / ekspresi “kenakalan” anak?
Kenakalan anak pada dasarnya adalah ekspresi pemberontakan yang dilakukannya ketika mereka merasa bosan/ jenuh atau tidak nyaman dengan keadaan yang dialaminya. Ekspresi ini beragam pada setiap anak, sesuai dengan kecenderungan natural yang paling mencolok dalam dirinya.
Ada anak yang mengekspresikan pemberontakannya dengan asyik mengobrol dengan temannya (interpersonal), ada yang berlari-lari (fisik-kinestetis), ada yang mencoret-coret, ada yang melamun dan berkhayal, dan sebagainya.
Bagaimana anak mengisi waktu luang mereka?
Ketika anak diberi kebebasan untuk melakukan sesuatu tanpa sebuah perintah/ tekanan, apa pilihan yang mereka lakukan? Itulah cermin dari hal-hal yang disukai dan menjadi minat alamiah anak. Dan dimungkinkan, itu merupakan salah satu jenis kecerdasan yang menonjol pada anak.
Ada anak-anak yang mengisi waktu luang dengan mendengarkan musik, membaca, menulis, olahraga, jalan-jalan, dan sebagainya.
Pertanyaan selanjutnya, kalau sudah tahu kecenderungan kecerdasan anak, terus apa?
Nah, jika sudah mengetahui, maka kita (semoga) bisa memfasilitasi anak lebih efektif. Sebab, setiap jenis kecerdasan memiliki kebutuhan-kebutuhan yang berbeda, yang tak bisa diseragamkan begitu saja. Kita tak bisa menggeneralisir bahwa belajar itu harus dengan membaca buku dan duduk diam/ tenang.
Inilah kebutuhan belajar anak-anak sesuai dengan jenis kecerdasannya:
Anak Cerdas Bahasa (Linguistik)
Berfikir melalui kata-kata. Kegemaran: membaca, menulis, bercerita, bermain kata.
Kebutuhan: buku, alat rekam, alat tulis, kertas, buku harian, mengobrol, dongeng, dialog, diskusi, debat, cerita, film.
Anak Cerdas Matematis-Logika
Cara berfikir: melalui penalaran. Kegemaran: bereksperimen, tanya-jawab, memecahkan teka-teki logis, berhitung.
Kebutuhan: buku, bahan-bahan untuk bereksperimen, game simulasi, percobaan, teka-teki, materi sains, kegiatan manipulatif, kunjungan ke planetarium, museum pengetahuan.
Anak Cerdas Spasial
Cara berfikir: melalui kesan dan gambar. Kegemaran: mendesain, menggambar, membayangkan, mencoret-coret.
Kebutuhan: seni, LEGO, video, film, slide show, game imajinasi, labirin, teka-teki, buku berilustrasi, kunjungan ke museum seni.
Anak Cerdas Kinestetis-Jasmani
Cara berfikir: melalui sensasi somatis. Kegemaran: menari, berlari, melompat, membuat bangunan, meraba, menggerakkan isyarat tangan.
Kebutuhan: Bermain drama, bergerak, benda rakitan, olahraga, menari, permainan fisik, pengalaman yg berhubungan dengan indera peraba (tactile experiences), bengkel/ mekanik, praktek (hands-on learning).
Anak Cerdas Musikal
Cara berfikir: melalui irama dan metode. Kegemaran: bernyanyi, bersiul, bersenandung, mengetuk-ketukkan tangan/ kaki, mendengarkan.
Kebutuhan: bernyanyi bersama, ikut konser, bermain alat musik, mendengarkan podcast, video.
Anak Cerdas Interpersonal
Cara berfikir: dengan cara melemparkan gagasan kepada orang lain. Kegemaran: memimpin, mengorganisasi, menghubungkan, menebarkan pengaruh, menjadi mediator, mengobrol.
Kebutuhan: teman-teman, permainan kelompok, pertemuan sosial, perlombaan, peristiwa sosial, magang, organisasi.
Anak Cerdas Intrapersonal
Cara berfikir: berhubungan dengan kebutuhan, perasaan, cita-citanya. Kegemaran: menyusun tujuan, bermeditasi, melamun, merencanakan, merenung.
Kebutuhan: tempat rahasia, waktu menyendiri, proyek individual, kegiatan yang direncanakan sendiri, pilihan-pilihan.
Anak Cerdas Naturalis
Cara berfikir: melalui alam dan pemandangan alam. Kegemaran: bermain binatang piaraan, berkebun, meneliti alam, memelihara binatang, peduli pada lingkungan.
Kebutuhan: akses ke alam, interaksi dengan tumbuhan/ binatang, berkebun, memelihara binatang, hiking, peralatan bercocok tanam, hiking, pecinta alam, mendaki gunung.
Kenali kecerdasan anak- anak kita. Mari bantu mengoptimalkan potensinya dan jangan pernah paksa mereka untuk melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan kecerdasan yang mereka miliki. Demikian, semoga bermanfaat. suarahati.org
(dari berbagai sumber)


Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.
Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?