Oleh : Etty Sunanti

 

SUARAHATI.ORG | Dimanapun saya berada, masih dan selalu saja mendapat keluhan para ibu, kasus tentang anak-anak yang mania gadget. Khususnya untuk bermain game. Dampak yang dirasakan, membuat para oarang tua gelisah tidak menentu arah.

Era millenium yang luar biasa, mau tidak mau setiap manusia memang harus menggunakan alat komunikasi ini. Gadget dan Internet, 2 mata rantai yang mampu merubah segalanya.

Meskipun ada sebagian kecil kelompok masyarakat yang mampu menaklukkan gadget dan internet. Artinya mereka tidak mau menggunakan fasilitas aplikasi seperti sosial media untuk bagian hidupnya. Mereka lebih melakukan aktivitas padat realitas. Bukan berarti mereka tidak mampu menggunakan fasilitas tersebut, tetapi lebih kepada mereka mengetahui bahwa gadget dan internet adalah produk antek Dajjal untuk melemahkan kaum muslimin. Taruhlah, sahabat saya seorang Profesor dekan FISIP Universitas ternama, beliau benar-benar tidak mau menggunakan sosial media lagi, karena takut terkena dampak fitnahnya.

Tetapi ada juga seorang ahli, seperti bapak DR. Syafi’ie Antonio, pakar Ekonomi Syari’ah Dunia. Menyatakan, bahwa ada 9 fardhu kifayah yang wajib dikuasai kaum muslimin. Satu diantaranya adalah penguasaan IT (Informasi dan Teknologi)

Seperti halnya, mau tidak mau peristiwa 212 di Jakarta beberapa waktu yang lalu. Menggerakkan massa bisa dilakukan dengan 1 benda yang bernama gadget. Ini membuktikan bahwa tehnologi IT sangat membantu kita semua dalam kebaikan dan kebenaran.

Persoalannya adalah tergantung dari diri kita masing-masing. Seberapa besar kemampuan dalam memanfaatkan gadget dan internet menjadi sebuah kemuliaan dan kejayaan Islam.

Segala sesuatu memang ada minus dan plusnya. Terlebih bagi dunia anak-anak dan pendidikan.Mari kita berfikir positif dan kreatif, agar kita menjadi pribadi yang manfaat dan hebat.

Saya sering bertanya kepada ibu-ibu saat seminar parenting. “Ibu-ibu, saya mau bertanya, kalau anak-anak mania gadget, kemudian ibu-ibu tidak diperhatikan, bahkan ibu memanggil anaknya, malah tidak dihiraukan. Pertanyaan saya, berarti ibu dan gadget lebih menarik siapa? Lebih menarik yang mana?”

Anehnya ibu-ibu banyak yang menjawab bahkan tertawa, “Lebih menarik gadget-nya.. hahahaha..”

Dari sini, sudah terselesaikan persoalan problem solvingnya. Bahwa orang tua ternyata “TIDAK MENARIK” dibandingkan gadget sang anak. Artinya, orang tua perlu muhasabah diri. Agar bagaimana caranya, bisa lebih menarik orang tua daripada gadget sang anak.

Sedangkan akibat dari kecanduan game dalam gadget sangat luar biasa. Misal, menjadi pribadi yang cuek dengan lingkungan sekitar, berubah menjadi temperamen, malas melakukan aktivitas normal,  malas belajar, malas melakukan ibadah, dan lain sebagainya. Bahkan lebih parah daripada itu, misal menonton dan download segala sesuatu yang tidak layak.

Dengan segala dampak yang merugikan secara moral, bahkan kerugian jasmani dan rohani. Maka setiap orang tua, wajib mencari jalan keluar atas persoalan ini.

 

Ada 2 (dua) tahap merubah anak-anak yang sudah kecanduan game.

  1. Tahap penyembuhan
  2. Tahap menjadikan hebat

Berikut tips dan trik bagi orang tua atau pengajar, agar anak-anak tidak kecanduan game.

TAHAP PENYEMBUHAN

  • Jangan Marah dan Melarangnya, karena jika ini dilakukan, dia tidak akan berhenti, tapi justru malah menjadi-jadi. Redakan emosi bersama mereka, tunjukkan kasih sayang padanya. Bagi orang tua yang belum membelikan, bila ada rezeki boleh membelikannya. Daripada mereka bermain PS di tempat tersembunyi, lebih baik dibelikan kemudian ada pengawasan orang tua. Jika akan atau sudah membelikan gadget, maka sebaiknya ada negosiasi dengan si anak. Apa yang akan digunakan jika memiliki gadget nanti. Negosiasi harus bersifat edukatif dan bernilai ibadah.
    ㅤㅤ
  • Dekati dia, peluk dan cium kening/kepalanya, doakan yang baik. Sambil bisikkan doa doa yang baik. Berikan bisikan bisikan pujian, bahwa dia anak yang shalih dan shalihah. Bagi anak yang sudah kecanduan game, stimulasi didekatnya, akan membantu memperbaiki sel saraf otak mereka. Bahkan menyentuh hatinya untuk menjadi lebih baik.
    ㅤㅤ
  • Ajaklah bermain game bersama, cobalah berpura-pura ingin nimbrung bermain bersamanya. Pasti dia akan malu, dan menghentikan game nya. Jika dia justru serius mengajak bermain game, maka tantanglah dia ke ajang yang lebih serius. Daftarkan ke kompetisi game, bahkan kompetisi dunia. Dalam metode ini, harus benar benar serius menandingkan dia ke level yang atas. Agar tantangan tersebut menjadi prestasi, bahkan mempunyai nilai prestise dan profit.
    ㅤㅤ
  • Alihkan ke dunia lain yang lebih menarik dan menantang. Selama ini, anak-anak yang kecanduan game, rata-rata adalah anak yang kurang terperhatikan. Kebanyakan dari mereka adalah game sebagai alat agar anak diam dan duduk manis. Maka, cara ini sangat efektif. Berikan dan ajarkan mereka permainan tradisional yang menarik. Temani mereka untuk permainan rakyat, yang melatih gerak fisik dan mengeksplorasi perasaan mereka dengan bahagia. Juga permainan tradisional yang bersifat outdoor dan kebersamaan bersama teman-teman sebaya. Bila perlu ajaklah anak-anak untuk kegiatan outdoor dan outbound yang menantang. Tidak usah berbayar, sekarang banyak taman kota yang memberikan fasilitas permaian dan tempat berkumpul keluarga secara gratis. Syukur-syukur ada rezeki lebih, bisa diagendakan pergi bersama keluarga ke tempat alam. Misal ke pantai, gunung, hutan, sungai, sawah, dan lain sebagainya.
    ㅤㅤ
  • Mohon Ampun kepada Allah. Bagaimanapun, keburukan yang menimpa diakibatkan kesalahan orang tua itu sendiri. Maka seharusnya para orang tua yang memiliki anak kecanduan game, segera beristighfar memohon ampun kepada Allah Azza wa Jalla. Atas semuanya yang terjadi. Ketika orang tua menyadari kelemahan dan kesalahannya, Insya Allah merupakan prosentase solusi terbesar akan terselesaikan. Ketika orang tua merasa bersalah maka durasi waktu akan lebih terfokus kepada anak-anaknya. Baik secara kuantitas serta kualitas.
    ㅤㅤ
  • Ajaklah silaturahim ke tempat-tempat berkumpulnya para saudara/sahabat/handai taulan yang shalih-shalihah. Agar anak-anak mengenal bahwa ada juga komunitas teladan yang lain, yang bisa membuka cakrawala kehidupannya.
    ㅤㅤ
  • Ajarkan kepada mereka, dialog, diskusi, berikan wawasan realita dan bahayanya cyber crime. Agar mereka mengetahui sisi negatif dunia maya.
    ㅤㅤ
  • Sembuhkan dengan bantuan Praktisi Thibunnabawi, karena akan ada perawatan intensif yang bersifat sunnah Rasulullah. Agar mereka terkurangi gangguan Jin wa Syaithan.

 

TAHAP MENJADIKAN HEBAT

Pada tahap ini, adalah fase anak-anak yang sudah normal. Mereka merasa “HAMBAR” dengan gadget dan internet. Mereka adalah anak-anak yang sudah bisa di ajak berfikir tentang nilai kemanfaatan Gadget dan Internet.

Pada fase ini, sebaiknya anak-anak sudah diarahkan menggunakan gadget dan internet untuk keperluan yang maksimal.

 

  • Untuk proses pembelajaran. Menjadikan Gadget dan Internet sebagai modal belajar dan mengajar. Adalah sesuatu yang menyenangkan di era ini. Betapa luar biasanya mencari informasi apapun lewat gadget. Jika orang tua dan pendidik sudah bisa menggunakan media belajar mengajar dengan alat yang satu ini. Maka Insya Allah, kecerdasan anak-anak akan berlipat lipat. Semua proses belajar mengajar sudah seharusnya menggunakan kecanggihan IT. Serta menggunakan kemanfaatkan IT bagi kemaslahatan umat di dunia ini. Semakin anak-anak di explore tentang pemanfaatan kecanggihan IT, Insya Allah mereka akan jauh lebih maju daripada para generasi sebelumnya. Kecanggihan IT, bisa digunakan anak-anak untuk belajar Al Islam pula. Misal diarahkan membuat artikel bersumber Al Quran dan Al Hadits, juga sangat bisa dan mudah.
    ㅤㅤ
  • Menjalin Silaturahim. Ajarkan kepada anak-anak untuk memulai berkomunikasi kepada orang tua, keluarga, saudara, guru, asatidz, handai taulan, serta teman-teman yang baik, agar tercipta ukhuwah Islamiyah yang berkualitas.
    ㅤㅤ
  • Berdakwah. Ajarkan semenjak dini kepada anak-anak agar menggunakan fasilitas gadget dan internet untuk berdakwah. Memberikan teladan yang mulia. Mempropagandakan kebaikan. Mengajar bekerjasama dalam hal amar ma’ruf nahi munkar.
    ㅤㅤ
  • Bermuamalah. Ajarkan anak-anak untuk menggunakan gadget dan internet sebagai media bisnis. Ajarkan kepada mereka sedini mungkin untuk melakukan muamalah. Mau tidak mau. Era saat ini, berbisnis yang canggih dan hemat memang harus lewat gadget dan internet.

Demikian, semoga para ayah ibu bisa mengambil manfaat dari tulisan ini. Dan mampu menjadikan anak-anak kita hebat, selamat dunia hingga akhirat. Aamiin. SUARAHATI.ORG

 

 

Silahkan Di Share, jika Artikel Ini Bermanfaat ! “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893)
0Shares
0Shares