Oleh : Imam Yuniarto, ST

Suarahati.org, Sidoarjo – Kesuksesan tidak serta merta dinilai dari tingginya penghasilan atau gaji yang diterima, namun keseimbangan antara kerja dan keluarga lah yang berperan aktif dalam menentukan kesuksesan Anda.

Bagaimana jika Anda berpenghasilan tinggi akan tetapi keluarga terbengkalai atau mungkin sebaliknya, Anda terlalu sibuk mengurus keluarga sehingga pekerjaan menjadi berantakan?

Menjaga keseimbangan antara kerja dan keluarga merupakan tantangan besar. Jika tidak bisa membagi dan mengatur waktu dengan baik, seseorang bisa rentan terhadap stres, rasa tidak bahagia, bahkan penurunan produktivitas.

Begitu pentingnya keseimbangan antara kerja dan keluarga ini, lantas bagaimana kita bisa meraihnya? Ada satu hal yang mutlak perlu kita perhatikan, yaitu komunikasi. Komunikasi sangatlah menentukan keberhasilan mencapai tujuan yang kita inginkan, baik komunikasi dengan sang pencipta, maupun komunikasi dengan keluarga, rekan kerja, atasan maupun bawahan, dan pihak- pihak lainnya.

Allah SWT menganjurkan kita untuk berkomunikasi dengan baik yang sering kita kenal dengan hablum minallah hablum minannas. Untuk berkomunikasi dengan Allah SWT bisa kita lakukan melalui sholat, membaca Al Qur’an dan ibadah- ibadah spiritual lainnya sehingga keharmonisan kita dengan-NYA tetap terjaga. Begitu juga keharmonisan hubungan kita dengan keluarga, rekan kerja, atasan maupun bawahan harus kita tingkatkan dengan senantiasa menjaga komunikasi secara baik, baik lisan maupun perbuatan. Komunikasi yang baik dan efektif seringkali menjadi kunci solusi/ pemecahan masalah yang muncul, baik dalam dunia kerja maupun kehidupan berkeluarga, sebagaimana seringkali kesalahpahaman atau kegagalan komunikasi itu sendiri menjadi sumber berbagai permasalahan yang muncul tersebut.

Dengan selalu menjaga komunikasi yang baik maka tercapailah tujuan yang kita harapkan. Maka bukan mustahil “Pekerjaan Anda menjadi bagian yang Anda cintai dan keluarga Anda mendukung pekerjaan Anda.

Jika sudah demikian, Anda akan lebih mampu untuk menata hati, menata diri dan menata keluarga, serta lebih jauh lagi, menata masyarakat. Insya Allah. | SuaraHati.org