
Tidak ada orang baik yang tidak punya masa lalu. Dan tidak ada orang jahat yang tidak punya masa depan. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berubah menjadi lebih baik. Bagaimanapun masa lalunya dahulu, sekelam apa lingkungannya dulu, dan seburuk apa perangainya di masa lampau. Intinya jangan memandang remeh seseorang karena masa lalu dan lingkungannya. Sebagaimana bunga teratai tetap mekar cantik meski tinggal di air yang kotor.
Maka untuk jadi hebat, yang diperlukan adalah kuatnya tekad. Tak perlu pusingkan masa lalu, tak perlu malu dengan tempat asal kita. Jika kita mau, kita bisa menjadi laksana bunga teratai yang tinggal di air yang kotor namun tetap mekar mengagumkan.
Berubah dan bangkit jauh lebih indah dari pada diam dan hanya bermimpi tanpa melakukan tindakan apapun. Ingatlah, seorang yang dekat dengan Allah, bukan berarti tidak ada air mata. Seorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa-masa sulit. Biarlah, Sang Penyelenggara Hidup yang berdaulat sepenuhnya atas kita, karena hanya Dia-lah Allah yang tahu waktu dan masa yang tepat untuk memberikan yang terbaik.
Maka dari sinilah mari kita selalu memberikan yang terbaik kepada sesama. Berbuat baiklah dengan tulus dan ikhlas tanpa memandang asal-usul masa lalu ataupun latar belakang kaya atau miskin. Berbuat baiklah dengan tulus dan ikhlas tanpa harus mencari ataupun untuk mendapat perhatian orang lain. Sekalipun dengan orang yang selalu menyakiti kita, tetaplah selalu berbuat baik.
Hal ini seperti dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wa Salam, dicaci oleh Abu Lahab, beliau diam, pun dengan seorang pengemis yang memfitnah, beliau tetap berbuat baik dan bersabar.
Allah Subhanahuwata’ala menyampaikan dalam QS 17.Al-Isrā : 7
إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَآءَ وَعْدُ ٱلْءَاخِرَةِ لِيَسُۥٓـُٔوا۟ وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا۟ ٱلْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا۟ مَا عَلَوْا۟ تَتْبِيرًا
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri…..
Firman Allah sangat jelas sebagaimana dengan apa yang kita perbuat. Orang yang beriman dan hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesukaran, tantangan dan bahkan air mata. Inilah ujian orang beriman. Maka tetaplah semangat, sabar, ikhlas dan syukur serta berdoa untuk selalu berbuat baik. (Elok)


Can you be more specific about the content of your article? After reading it, I still have some doubts. Hope you can help me. https://accounts.binance.com/register-person?ref=JW3W4Y3A
I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.