كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَ يُبْدَأُ بِبِسْمِ اللهِ  فَـهُوأَقْـطَع 

“Segala sesuatu (aktivitas yang baik) yang tidak dimulai dengan bismillah, akan terputus (nilai keberkahannya).” (HR Al-Bukhari dan Muslim) 

 

SUARAHATI.ORG | Kita tentu sudah mengenal apa itu atau “bismillah” atau “bismillahirrahmanirrahim”. Kata ini sangat familiar di kalangan Ummat Islam, karena mudah diucapkan dan sering didengar saat Umat Islam hendak melakukan sesuatu. Mengucapkan ini memang merupakan dzikir hati dalam segala kondisi, juga merupakan adab seorang muslim untuk memulai sesuatu kebaikan. Dengan mengucapkan basmallah dalam segala kegiatan berarti kita telah menyertakan Allah dalam urusan itu, kita telah mengundang berkah dan mengajak Allah untuk menghadirkan pertolongan-Nya.

Kata basmallah yang super mulia ini telah dipilih oleh Allah untuk memulai sesuatu, sehingga hamba-Nya senantiasa taqorrub (dekat) dengan Allah. Pengucapannya bukanlah tanpa makna dan tanpa penghayatan, sehingga hanya menjadi ungkapan verbal yang hambar. Mengucapkan lafal basmallah dengan penuh penghayatan, menjadikan kita optimis dan menjadikan kita tenang. Apapun kebaikan kita awalilah dengan membaca basmallah dengan penuh penghayatan, karena yang bisa menutupi aurat manusia adalah kata basmallah ini, sebagaimana hadist Rasulullah Saw :

 

سِتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيـُنِ اْلجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمُ الْخَلاَءَ أَنْ يَقُوْلَ: بِسْمِ الله 

Penutup antara jin dan aurat anak Adam apabila salah seorang dari mereka masuk WC, yaitu mengucapkan: bismillah“  (HR. Ibnu Majah)

 

Begitu agung agama ini, hal yang berhubungan dengan kebersihan seperti ini telah diatur dengan sedemikian rupa. Baiklah akan saya coba kupas kata basmallah yang bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Keagungan basmallah meliputi tiga hal berikut ini :

 

Pertama, keagungan uluhiyyah (ketuhanan). Bacaan ini menjadi sebuah simbol penyertaaan kita atas Allah sebagai Sang Khalik. Dengan membaca “bismillahirrahmanirrahim” yang berarti dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi penyayang berarti kita telah meyakini bahwa Allahlah poros kehidupan dan poros segala kebajikan. Dengan berbasmallah kita akan memiliki spirit illahiyah, yakni spirit yang bersumber dari Allah, yang terhubung dengan Allah. Kita selalu merasa diawasi oleh Allah apapun perbuatan kita, sehingga nurani ini akan senantiasa menganggukkan segala kebaikan dan menolak segala perbuatan yang bernilai keburukan/kejahatan.

Dengan berbasmallah, berarti kita telah menginginkan petolongan Allah, kita mengharapkan dan sangat bergantung kepada Allah, karena keberhasilan ikhtiar kita tetap saja bergantung kepada kehendak Allah. Membiasakan membaca basmallah berarti kita belajar untuk tidak melupakan Allah, sebab melupakan Allah adalah penyakit hati yang bisa menjadikan kita lupa pada diri dan kesejatian diri sendiri. Sebagaimana firman Allah berikut ini :

 

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang melupakan Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS Al-Hasyr: 19) 

Ya, melupakan Allah menjadikan manusia semakin lupa pada kesejatiannya dan pada fungsi dirinya sehingga penyakit hati semakin menjadi dan mengubur segala kebaikan hatinya.

Kedua, keagungan rahmaniyah (kasih). Membaca basmallah merupakan doa untuk mendapatkan pintu rahmat dari Allah yang Maha Rahman (kasih) serta menjadikan perekat hubungan dengan Tuhan. Membaca basmallah yang penuh penghayatan akan menjaga jiwa taqwa kita kepada Allah SWT karena kita mengkaitkan diri kita kepada Allah yang maha menjaga hati hamba-Nya yang Dia kehendaki. Perhatikan firman Allah berikut ini :

 

وَاكْتُبْ لَنَا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ إِنَّا هُدْنَا إِلَيْكَ ۚ قَالَ عَذَابِي أُصِيبُ بِهِ مَنْ أَشَاءُ ۖ وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ

Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka Aku akan tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.”
(QS Al-A’raf : 156). 

Maka dari itu janganlah kita berputus asa memperoleh rahmat Allah. Karena Allah itu Maha Pengasih. Belajarlah dan hayatilah bacaan basmallah kita, hingga kita tidak menemukan keraguan dan ketakutan menghadapi apapun masalah kita. Karena spirit basmallah menghujam dalam hati, hingga keyakinan akan kehadiran Allah dan pertolongan Allah menyemangati kita.

 

Ketiga, keagungan rahimiyah. Ucapan basmallah menumbuhkan kasih sayang Allah kepada kita. Jika semua hamba diberikan kasih, namun tidak semua hamba-Nya disayang. Hanya hamba-hambaNya yang telah dipilihlah yang akan disayang, karena amal kebajikannya. Untuk itu, dengan membaca basmallah kita akan senantiasa ingat bahwa kasih sayang Allah itu perlu perjuangan dengan segala kebajikan kita. Bukan datang tanpa alasan, karena keberkahan juga datang bukan hanya dengan kata mudah-mudahan lalu semua jadi mudah. Maka melibatkan Allah dalam segala urusan kebaikan adalah mengundang keberkahan, mengundang kasih sayang Allah.

Unsur keberkahan itu hadir karena kasih sayang Allah, bisa jadi keberkahan itu memang perlu kita undang bukan dengan ungkapan verbal, namun kita mempraktekkan sifat baik Allah dalam kehidupan secara proporsional. Sifat kasih, berarti kita mau peduli dengan sesama, kita mau berbagi dengan anak-anak yatim dan orang-orang yang membutuhkan. Dengan begitu Allah tidak enggan menolong kita, karena kita juga telah mempraktekkan prinsip basmallah dalam kehidupan nyata.

Sayangilah orang-orang dengan kemampuan dan kesempatan yang kita punya, dengan memberikan pengayoman bagi orang-orang yang lemah dan memberikan solusi kepada orang-orang yang membutuhkan. Hal ini juga menjadikan Allah tidak enggan memberikan solusi kepada kita saat kita membutuhkan Allah. Jadi ingatlah Allah saat lapang, maka Allah akan mengingat kita saat sempit. Oleh karena itu mempraktekkan prinsip basmallah itu perlu belajar dan berlatih, sehingga ungkapan verbal kita benar-benar bermakna, karena berbasmallah bukan ungkapan kosong, tapi ungkapan bermuatan prinsip-prinsip ketuhanan, kasih dan sayang | SUARAHATI.ORG 

 

Oleh : Rofiq Abidin