Sejarah telah membuktikan, bahwa Rasulullah Muhammad sholallahu ‘alaihi wassalam adalah seorang pedagang yang handal. Kepiawaian beliau, telah terasah ketika masih kecil.

Berapa banyak hari ini, anak-anak kaum muslimin tidak terbiasa untuk berdagang. Lebih banyak bercita-cita, mencari pekerjaan sebagai pegawai.

Sebenarnya sah-sah saja menjadi pegawai. Tetapi mari kita lihat, orang-orang sukses. Hampir di seluruh dunia adalah kesuksesan seseorang karena memiliki kemampuan dalam menjual dirinya atau produk.

Ada apa dengan berdagang?

Sesungguhnya berdagang itu penuh keberkahan. Ada kemerdekaan bagi si hamba dalam mencari rezeki. Bahkan, era globalisasi ini, begitu marak melejitkan kemampuan entrepreneurship pada diri seseorang. Wabil khusus kepada anak-anak.

Kegiatan berdagang sudah pasti mampu menjadi solusi terhadap rendahnya lowongan pekerjaan serta memiliki daya peningkatan ekonomi umat yang luar biasa.

Nah, persoalannya adalah bagaimana para orang tua memersiapkan anak-anaknya untuk berbisnis. Mengapa orang-orang China begitu merajai perekonomian di Indonesia bahkan dunia?

Jawabannya, karena sudah pasti mereka senang berdagang. Berbisnis sudah menjadi jiwa mereka. Padahal, berdagang adalah bagian penting dalam syariat Islam. Bahkan, tidak ada syariat selengkap Islam dalam memberikan patokan berbisnis. Sayangnya, kaum muslimin seolah dijauhkan dari hal tersebut.

Sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam :

“Orang yang bertransaksi jual beli masing-masing memilki hak khiyar (membatalkan atau melanjutkan transaksi) selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan terbuka, maka keduanya akan mendapatkan keberkahan dalam jual beli, tapi jika keduanya berdusta dan tidak terbuka, maka keberkahan jual beli antara keduanya akan hilang”. (Muttafaqun ‘alaih)

Kemampuan apakah yang bisa kita ajarkan kepada anak-anak dalam berdagang?

  1. PERCAYA DIRI

Sungguh, berdagang itu menaklukkan diri sendiri. Membuang rasa malu, takut, berkecil hati dan tahan banting. Anak-anak yang memiliki kemampuan berbisnis, bisa dipastikan mereka memiliki kepercayaan diri yang baik. Karena dia harus berkomunikasi dengan orang lain, untuk menawarkan dagangannya.

  1. BERHITUNG

Dengan mengajarkan berdagang, secara otomatis menjadikan anak anak pandai berhitung. Untung, rugi, modal, biaya produksi, biaya karyawan, biaya operasional dan lain sebagainya.

  1. PANTANG MENYERAH

Menjadi pebisnis, memiliki kenikmatan yang tiada tara. Yaitu, kekuatan untuk selalu optimis, kreatif dalam menghadapi setiap tantangan. Mereka bukan para pegawai yang menanti gaji pasti tiap bulan. Tetapi berfikir keras agar dagangan laris, hingga dapat untung yang besar.

  1. MANDIRI

Anak yang pandai berbisnis, sudah pasti mereka akan memiliki kemandirian finansial lebih awal. Karena di tangannya telah memegang hasil upaya yang nyata. Ketika anak mandiri, mereka akan lebih cepat memberikan bantuan dan manfaat pada keluarga.

Tentu tidak setiap anak memiliki bakat berdagang. Bagaimana mengajarkan berdagang kepada anak-anak usia dini, agar kelak menjadi pengusaha yang sukses?

Berikut adalah tips untuk menumbuhkan jiwa pengusaha pada anak :

  1. Ajarkan anak untuk punya target

Hal ini bias diajarkan melalui permainan. Permainan yang bisa dilakukan adalah dengan mengajak anak untuk menuliskan 10 keinginan mereka. Kemudian dari 10 keinginan itu, ajaklah anak untuk berpikir, keinginan mana yang paling bisa membawa manfaat terbesar bagi hidup mereka. Lalu jadikan keinginan itu menjadi suatu fokus yang harus dicapai. Langkah berikutnya adalah berikan langkah-langkah terperinci kepada mereka, supaya mereka mengetahui cara untuk mencapai target tersebut. Tidak lupa untuk selalu memberikan pujian dan motivasi jika mereka berhasil melakukan satu tahap.

  1. Anak harus belajar untuk melihat peluang

Banyak orang tidak mendayagunakan potensi/peluang yang ada pada diri mereka. Karena itu, sangatlah penting mengajarkan anak melihat potensi dan peluang yang ada. Bagaimana caranya? Tanyakan pada mereka tentang hal-hal kecil yang terkadang mengganggu diri mereka. MIsal, sebagian anak merasa kesal jika mereka tidak mampu mengambil barang dari tempat yang tinggi. Kemudian ajaklah mereka untuk berdiskusi bagaimana cara memecahkan masalah tersebut. Hal ini akan mengajarkan mereka untuk membuat solusi dan memacu mereka untuk mengungkapkan ide.

  1. Ajarkan anak untuk belajar berjualan

Dengan berjualan, anak tidak malu untuk berkomunikasi, sehingga bisa meningkatkan kepercayaan dirinya. Bagaimana cara mengajarkannya? Ajaklah anak untuk berjualan mainan-mainan yang telah tidak terpakai, atau buku-buku bekas. Biarkan mereka untuk menentukan harga jual dari barang tersebut dan bantu mereka saat transaksi penjualan berhasil seperti menghitung uang kembalian, membungkus produk yang berhasil dijual dan berterima kasih kepada pembeli.

  1. Ajarkan anak tentang mengelola keuangan

Pengelolaan keuangan sangatlah jarang diajarkan di sekolah, karena itu sebagai orang tua kita bisa membantu mereka dengan cara ajarkan mereka berjualan. Kemudian ajarkan bahwa uang yang didapat bisa menghasilkan yang lebih banyak dengan cara memutar uang tersebut untuk berdagang berikutnya.

  1. Ajarkan tentang marketing

Cara marketing atau memasarkan produk sangatlah penting. Tanpa metode pemasaran yang baik, maka suatu usaha bisa mengalami kegagalan. Lalu bagaimana caranya? Ajak anak anda untuk melihat papan, poster atau iklan tentang suatu produk yang sama tapi dari beberapa iklan perusahaan yang berbeda-beda. Lalu tanyakan pada mereka, mana iklan yang lebih bagus dan kenapa yang satu bagus dan yang lain kurang bagus. Anda akan sangat terkejut dengan jawaban-jawaban mereka yang kadang tidak terduga dan bahkan sangat menggelitik.

  1. Ajarkan anak tentang kegagalan

Di sekolah kita selalu diajarkan bahwa kegagalan itu adalah suatu bencana yang besar, tapi di dunia bisnis, kegagalan bisa menjadi guru dan motivasi untuk perubahan yang sangat bagus. Jika anak anda gagal, maka motivasilah mereka untuk belajar dari kesalahan dan untuk tidak mengulangi kesalahan-kesalahan tersebut.

  1. Komunikasi yang efektif

Salah satu penunjang bisnis yang penting adalah cara kita berkomunikasi dan bernegosiasi. Cara mengajarkannya adalah dengan bermain pembeli dan penjual. Pertama contohkan anda sebagai penjual dan anak anda sebagai pembeli. Contohkan kepada mereka bagaimana cara untuk menghadapi pembeli dengan baik. Kemudian gantilah peran tersebut, sekarang anda menjadi pembeli dan anak menjadi penjual. Dengan ini anak anda terlatih untuk berkomunikasi dan berani menanggapi kemauan orang lain.

  1. Kemandirian menciptakan kepercayaan diri

Pastinya kita ingin anak kita menjadi anak yang mandiri dan sukses. Lalu bagaimana caranya? Setiap kali anak anda meminta mainan baru, ajaklah berpikir bagaimana cara menghasilkan uang agar bisa membeli barang tersebut. Hal ini akan meningkatkan daya kreatifitas mereka.

  1. Ajarkan untuk menolong sesama

Buat apa berhasil dalam suatu bisnis jika tidak bermanfaat bagi orang lain? Sangatlah penting untuk mengajarkan anak anda untuk bersedekah, sehingga anak tidak menjadi serakah dan egois.

  1. Ajarkan kepemimpinan

Beri kesempatan kepada anak untuk memimpin temannya pada saat bermain. Ajarkan mereka untuk berbicara di depan keluarga saat makan malam atau acara keluarga bersama.

 

Semoga bermanfaat.

Oleh : Etty Sunanti