Oleh : Etty Sunanti
Ada sebuah amalan besar kaum mulimin, dan itu tiang agama. Dialah Sholat. Tetapi sayangnya, perbandingan masyarakat yang menunaikan sholat dengan yang tidak sungguh jauh perbeda. Terhitung, sangat sedikit orang yang sholat dibanding yang tidak. Padahal mereka beragama Islam.
Ketika mereka memiliki anak, rela mengeluarkan biaya besar untuk pendidikan sekolah. Dengan semangat tinggi mengikutkan berbagai macam les, demi anaknya sukses dunia. Bahkan saat orang tua capek seharian pulang bekerja, masih berusaha menyempatkan mendampingi anak belajar. Bahkan mewajibkan belajar tiap hari di rumah. Yang lebih manakjubkan, para orang tua lebih istiqomah mengantar jemput anak pergi ke sekolah daripada mengantar anak ke Masjid untuk sholat berjamaah.
Tetapi, sungguh aneh. Mereka tidak perhatian ketika anaknya lalai dalam mengerjakan sholat. Bahkan menganggap sholat bukanlah hal yang utama dalam kehidupan mereka.
Padahal, sholat adalah perkara pertama yang akan dihisab (diperhitungkan) pada setiap hamba. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam :
“Sesungguhnya perkara pertama yang akan dihisab diperhitungkan) dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah masalah sholat”. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Atau, orang tua sangat faham, bahwa sholat perkara yang utama. Tetapi mereka kesulitan membiasakan anak untuk sholat. Bahkan banyak orang tua mengeluh karena buah hati mereka malas untuk mengerjakan sholat.
Lalu, bagaimana seharusnya orang tua bersikap, agar anak-anak mereka bisa mencintai sholat.
- MEMBIASAKAN SHOLAT SEMENJAK BAYI
Ketika orang tua menginginkan anaknya menjadi ahli sholat, maka harus dibiasakan semenjak bayi. Salah besar kalau ada orang tua berkata, “Nanti kalau anak sudah besar kan mengerti sendiri, yang penting orang tua nya sholat, anaknya pasti sholat.”
Belum tentu bisa begitu. Berapa banyak hari ini, orang tua rajin sholat, tetapi anak justru menjadi ahli maksiat. Sholat, harus dibiasakan semenjak bayi. Saat orang tua sholat, anak harus digendong diajak sholat. Sholat harus menjadi bagian jiwa setiap insan. Mereka harus sudah terbiasa, sama seperti kebutuhan mereka pada makan dan minum.
- SERING MENGAJAK DIALOG DAN DISKUSI TENTANG BERSYUKUR KEPADA ALLAH.
Mari kita melihat bagaimana metode Luqman dalam mendidik anak pertama kali. Surat Luqman ayat 12 sampai 19 adalah urutan dalam mendidik anak. Maka pelajaran pertama sebelum mengajarkan tentang aqidah, akhlaq, ibadah dan birul walidain adalah BERSYUKUR kepada Allah. Berterima kasih atas segala nikmat yang diberikan dariNya. Maka sholat adalah bentuk terima kasih dan rasa cinta seorang hamba kepada Allah.
- MENGHAFAL BACAAN SHOLAT BESERTA ARTINYA.
Orang tua wajib mengajarkan kepada anak tentang doa dan bacaan sholat lengkap dengan artinya. Banyak sekali orang melakukan sholat, hafal doanya, tetapi tidak tahu artinya. Bila perlu, memberikan penjabaran dan pemahaman dari setiap gerakan sholat dan bacaannya. Seperti halnya mereka memahami bahasa orang tua masing-masing, dalam kehidupan sehari-hari. Begitupun dengan bahasa sholat, anak harus merasakan sebagai bahasa mereka, bagian dari hidup mereka, bukan sebagai bahasa asing.
- MEMERHATIKAN FASE USIA DAN SANKSI MENINGGALKAN SHOLAT
Orang tua wajib memperhatikan fase sanksi yang ditentukan Rasulullah.
Abu Daud dan Ahmad telah meriwayatkan dari Amr bin Syu’aib, dari bapaknya dari kakeknya, dia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
“Perintahkan anak-anak kalian untuk melakukan shalat saat usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka saat usia sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka.”
Ini adalah perhatian keras kepada setiap orang tua. Bahwa di usia 7 tahun anak sudah siap serius dalam sholat. Dan usia 10 tahun tidak boleh main-main dalam sholat. Ketegasan dalam memukul anak, menunjukkan betapa sholat begitu sangat penting.
Dengan memperhatikan usia 7 dan 10, maka setiap orang tua wajib memersiapkan lebih awal jauh sebelum usia 7 tahun. Maka benarlah dari point di atas, bahwa semenjak bayi sudah harus dipersiapkan dalam sholat agar pada saat usia 7 tahun, mereka sudah benar-benar siap dan terbiasa.
- MENJADIKAN ANAK SHOLIH DENGAN SHOLAT
Allah telah berfirman, yang artinya:
“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan Sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Ankabut: 45)
Sholat adalah sebuah amal yang mampu menjadikan seseorang menjadi sholih. Betapa tidak, dengan sholat anak bisa banyak belajar bermacam hal yang luar biasa.
- Disiplin, karena tidak ada pengingat serta pengikat waktu yang pasti, kecuali sholat. Anak akan bermental menghargai waktu.
- Menjaga kesucian dan kebersihan, dengan membiasakan wudhu, bersih dan rapi, tentu Syaithan dan segala penyakit akan menjauh.
- Hati, lisan dan fikiran yang selalu dzikrullah atau mengingat Allah. Anak yang rajin sholat pasti lisan serta sikapnya akan terjaga.
Sebuah jaminan besar, anak yang merindukan masjid dan sholat, Insyaa Allah mereka akan menjadi anak yang sholih dan sholihah.


order ventolin from canada no prescription: Ventolin inhaler best price – can you buy ventolin over the counter nz
proventil ventolin
rybelsus generic: buy semaglutide online – rybelsus
pharmacy website india: online Indian pharmacy – indian pharmacies safe