SUARA HATI – Sabtu, 6 Oktober 2018, saya harus berkunjung ke rumah seorang anak SMP kelas 1 yang sudah 2 bulan tidak mau ke sekolah. Ayah dan ibunya sudah kebingungan, sudah tidak tahu lagi. Bagaimana caranya, agar anaknya mau ke sekolah lagi. Beliau meminta saya, untuk melihat dan meng-observasi, kira-kira apa sebabnya. Dan bagaimana solusinya ?

Padahal, anak ini, putra dari seorang guru yang baik. Bapaknya juga seorang militer yang baik. Artinya, dari keluarga yang sangat perduli terhadap pendidikan. Tetapi, mengapa mengalami kisah hidup seperti ini. Selama 2 bulan, kegiatan anak tersebut hanya bermain  dan nonton TV. Dia asyik bermain burung peking, bermain bola dengan anak tetangga, serta  mondar mandir cangkruk di gardu kampung.

Ternyata, anak malas sekolah, sering menjangkiti hampir anak-anak di negeri ini.

Mari kita tela’ah, sebab sebab terjadinya anak malas sekolah.

  1. GOLDEN AGE. Penanganan yang salah pada masa emas. Bisa membuat anak malas sekolah di usia aktif. Para pakar, mayoritas berpendapat, usia emas terdapat pada pra kelahiran hingga usia 6 tahun. Dimana para neurolog sepakat, di usia emas ini , sel sel saraf otak berkembang pesat. Pemenuhan otak bukan semata-mata diberikan nutrisi pelajaran sekolah yang memberatkan. Tetapi justru lebih kepada pemberian nutrisi makanan yang bergizi ( halalan thoyyibah ). Kemudian nutrisi kinestetik , memberikan kebebasan pada anak-anak agar aktif ceria bergerak semaksimal mungkin. Serta nutrisi perasaan bahagia mereka, sebagai anak. Kasih sayang, pelukan, pendampingan, pembelaan, perhatian orang tua, wajib diberikan pada golden age.Ketika nutrisi fisik dan feeling itu terpenuhi, maka kemampuan fikirannya akan berkembang dengan pesat. Ketika kebutuhan anak terpenuhi sebagai anak di masa golden age. Maka, masa mereka akan tuntas. Dan mereka akan bersemangat sekolah di usia 7 tahun hingga remaja bahkan masa tua. Mereka akan suka belajar. Tapi sayangnya, berapa banyak hari ini anak-anak balita sudah di tekan untuk belajar sesuai kemauan orang tua.

 

  1. KONDISI SEKOLAH. Pada kasus anak yang saya kunjungi, 2 bulan tidak sekolah. Tentu saja dia merasa apriori sekolah. Karena tidak semua anak, memiliki jiwa yang tangguh. Ketika masih sekolah dasar, dia sekolah di tempat yang Islami, kondusif, para guru yang penuh perhatian, fasilitas sekolah yang memadahi. Kemudian, dia masuk sekolah yang terbalik kondisinya 180 derajat. Tentu saja, si anak menjadi kaget, kesulitan adaptasi, putus asa, dan lain sebagainya. Fenomena lain tentang sekolah, berapa banyak kondisi sekolah yang tidak linier dengan pola pendidikan di rumah. Tentu, akan terjadi kontradiktif pada anak. Ketika orang tua memasukkan sekolah untuk anak. Wajib memberikan anak untuk memilihnya berdasarkan passion mereka. Dengan catatan, jauh sebelumnya orang tua sudah mensounding si anak. Juga mengobservasi mereka. Kira-kira dengan kriteria anak seperti ini, akan cocok masuk sekolah yang mana, dan dimana. Orang tua wajib memberikan kewenangan pada anak, untuk memilih tempat pendidikan berdasarkan keputusan mereka. Bukan karena keputusan orang tua. Karena , yang bersekolah adalah si anak, bukan orang tua. Terlebih sekolah itu, membutuhkan waktu yang cukup lama. Maka, anak wajib memiliki perasaan senang dan ikhlash dalam menentukan masa depannya.

 

  1. PENGARUH TEMAN. Teman adalah sesuatu pengaruh yang dahsyat. Berteman dengan penjual parfum, kita akan wangi. Dekat dengan penjual ikan asin, kita akan ikut bau amis. Sebuah peribahasa yang dijamin kebenarannya. Untuk itu orang tua wajib mengkondisikan siapa teman anaknya. Orang tua dan para pendidik, wajib memperhatikan perilaku setiap anak. Tidak semua anak, mempunyai prinsip yang kuat. Kebanyakan rata-rata, pengaruh teman ini sangat dahsyat. Dari fakta anak yang saya kunjungi, setelah masuk SMP dia berteman dekat dengan anak tetangga yang terkenal suka mbolos sekolah. Dan temannya itu juga tidak naik kelas. Betapa dahsyatnya pengaruh itu, si anak yang terkenal baik. Anak seorang guru yang baik, bisa terpengaruh malas ke sekolah. Maka pengawasan ketat orang tua dan pendidik harus sangat diperhatikan. Pilihlah teman-teman yang baik untuputra putri kita semua. Kecuali jika mereka sudah siap berdakwah. Dengan banyak bekal ilmu dan mental. Maka itu lain cerita, karena anak siap diterjunkan di medan dakwah. Selagi masih masa pertumbuhan dan masa belajar, maka pengkondisian positif adalah sebuah keniscayaan.

 

  1. KRISIS MOTIVASI. Semenjak dini, anak-anak harus memiliki motivasi menuntut ilmu dengan baik. Ini merupakan tugas orang tua, memberikan motivasi belajar kepada anak. Fadilah penuntut ilmu. Dengan pencapaian derajat tinggi karena berilmu. Wajib di motivasikan kepada mereka. Sesekali ajaklah anak-anak untuk melihat realita anak jalanan, pengamen jalanan, gelandangan, pengemis. Bukan untuk menghina, tetapi mengajak mereka untuk berdialog dan berdiskusi. Apakah mereka orang yang berilmu ? Apakah mereka rajin ke sekolah ? Tentu saja jawabannya *Tidak*.Dan berilah perbandingan dengan orang-orang yang sukses. Galilah kehidupan mereka, pasti mereka adalah orang-orang yang gemar belajar dan memperbaiki diri. Motivasi ini tidak bisa cukup satu kali, tetapi harus berulang kali. Kalau kita membaca buku Human Development yang di tulis Diane E Papalia, Sally Wendkos Old, dan Ruth Duskin Feldman. Dalam buku ini mengambil contoh kasus Elvis Presley ( artis ternama Hollywood ) terlahir dari keluarga yang miskin. Bahkan untuk biaya persalinan ibunya, saat melahirkan saja, juga tidak mampu. Kemiskinan, membuat ibu Elvis yang bernama Gladys, memotivasi Elvis Presley agar hidupnya kelak bisa kaya dan sukses. Jangan sampai seperti kehidupan ibunya yang miskin. Motivasi ibunya, yang sering terdengar oleh Elvis kecil, bisa membuat pengaruh yang luar biasa dalam hidupnya. Apalagi kita sebagai seorang muslim, yang memiliki standar jauh tinggi hingga ke atas langit. Pasti, motivasi kepada anak-anak akan jauh lebih menghujam.

 

  1. MANIA TV DAN GAME. Mau tidak mau, kenyataan pada anak yang mania nonton TV dan Game akan membawa dampak malas sekolah. Ini pekerjaan berat bagi orang tua, untuk mengendalikan anak yang sudah terlanjur mania. Maka sebelum terjadi hal tersebut, orang tua wajib mengendalikan anak-anak untuk tidak meonton acara TV dan Game yang tidak mendidik. Semenjak dini, orang tua sudah harus memiliki planing pemanfaatan media elektronik, gadget dan internet untuk kebaikan anak-anak. Di manfaatkan sebagai media pembelajaran, bukan sebagai media pembodohan. Karena, sesungguhnya, jika anak-anak sudah terlanjur mania menintot TV dan Game negatif. Maka orang tua pasti akan kesulitan menangani mereka. Pencegahan jauh lebih efektif daripada pengobatan. Tidak menolak teknologi, tetapi mempunyai kesadaran menggunakan teknologi untuk beribadah kepada Allah.

 

  1. DARURAT NARKOBA. Jangan di kira NARKOBA hanya menjangkiti orang dewasa. Ternyata, anak SMP sudah banyak yang terkena Narkoba hingga sakau.. Mengapa anak SMP bisa terkena narkoba ? Itu dikarenakan saat sekolah dasar, mereka tidak memiliki fondasi yang kuat dalam hal aqidah, ibadah dan akhlaq. Beberapa waktu yang lalu, saya di datangi orang tua dari anak perempuan belia, yang sedang sakau. Hingga memukul mukul mamanya. Meraung-raung, dan mencakar-cakar mamanya. Otaknya sudah seperti orang tidak waras yang tidak bisa berfikir secara normal. Anak itu sudah hilang rasa malu-nya. Sudah sepuluh hari dia pergi dari rumah, tidak sekolah, dan pergi dengan pacarnya. Pulang-pulang sudah dalam kondisi yang mengenaskan. Ternyata, dia sangat sering mbolos sekolah. Karena saya tidak mempunya pengalaman untuk menangani anak korban narkoba. Maka saya meminta bantuan petugas BNNP ( Badan Narkotika Nasional Propinsi ) Jawa Timur, untuk membantu dalam menangani anak tersebut. Dari petugas BNNP, saya menjadi tahu. Ternyata anak-anak yang malas sekolah, sering membolos, perlu diwaspadai kemungkinan besar indikasi korban narkoba.

 

Ayah ibu rahimakummullah, siapapun pasti menginginkan putra putrinya sukses masa depannya. Tentu saja, di mulai dengan mengenyam pendidikan yang baik. Oleh karena itu, memilihkan sekolah yang pas, memperhatikan setiap persoalan anak. Adalah sebuah kewajiban orang tua.

Bagaimana kiat agar anak kita rajin bersekolah ?

Tentu saja, kita harus mengawali dengan golden age mereka dengan baik. Memilihkan sekolah yang cocok untuk putra putri kita. Senantiasa memberikan motivasi yang benar dan baik. Menjaga mata, otak dan hati mereka dari intervensi yang buruk. Memberikan lingkungan teman-teman yang baik, yang bersemangat belajar dan bersekolah. Mendukung setiap proses belajar mereka dengan kesabaran. Serta mengantisipasi dari hal hal negatif dari hidup mereka. Yang lebih penting dari itu semua, senantiasa bermunajat kepada Allah agar anak-anak kita terhindar dari sifat kemalasan. Seperti doa yang telah di ajarkan Rasulullah Muhammad ,doa terhindar dari kemalasan. Karena sesungguhnya segala sifat buruk bersumber dari Syaithan.

 

Oleh : Etty Sunanti
Suarahati.org

 

SHARE ARTIKEL !
0Shares
0Shares