Oleh:
Rofiq Abidin (Direktur LAZ Persada Jatim)

Pergerakan perubahan tak menunggu kita berubah. Seperti baru kemarin suara reformasi disuarkan. Padahal sudah 23 tahun berlalu, prediksi-prediksi zaman telah melampaui kenyataannya.

Modernisasi, Free market, globalisasi hingga era revolusi 4.0, sebuah era penerapan teknologi modern seperti teknologi fiber (fiber technology) dan sistem jaringan terintegrasi (integrated network) yang bekerja di setiap aktivitas ekonomi dari produksi hingga konsumsi.

Sesuaikan caramu, bijakkan akal budimu dan bukalah cara berfikirmu.

Senyatanya perubahan secara dinamis terus bergerak nyata, maka kesesuaian transformasi merupakan keniscayaan.

Muslim tak boleh bersikap ima’ah (ikut-ikutan mainstream), karena inovasi ialah kunci existensi. Muslim itu mujadid (pelopor) perubahan, bukan pengekor peradaban, yang tahunya ikut, tanpa tahu kebenarannya.

Muslim itu trendsetter kebaikan, bukan hanya presenter kegiatan semata. Namun, selalu mengisi kebermanfaatan di segala lini kehidupan.

Maka, transformasi ialah keniscayaan, jika masih ingin existensinya terus diperjuangkan.

Muslim itu berani mengubah diri lebih baik, lebih maju, meski ujian terkesan extreme.

Muslim itu muwahid, pemersatu bukan mudah diadu sana sini, tapi kuat demi tauhid dan kebaikan.