Oleh : Rofiq Abidin, S.H.

 

وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَاِنَّكَ بِاَعْيُنِنَا وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِيْنَ تَقُوْمُۙ

Bersabarlah (Nabi Muhammad) menunggu ketetapan Tuhanmu karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami! Bertasbihlah seraya bertahmid (memuji) Tuhanmu ketika engkau bangun!.
(QS. Ath Thur : 48).

Akhir-akhir ini rumah Indonesia yang notabene memiliki keberagaman diuji dengan berbagai issu yang faktual. Visi Indonesia merdeka yang digagas oleh founding father tertuang dalam nilai-nilai dasar negara yang lima. Potensi alam yang begitu menggiurkan negara-negara lain menjadi tantangan kualitas SDM dan pemanfaatannya. Penemuan alat pengubah air menjadi menjadi BBM yang diberi nama Nikuba menjadi penemuan fenomenal yang membelalakkan mata bangsa Indonesia.

Hal ini menjadi bukti bahwa bangsa Indonesia memiliki SDM berkelas, sekelas Aryanto Misel asal Cirebon Jawa Barat. Potensi alam dan potensi SDM yang jika difasilitasi oleh pemerintah akan menjadikan negara ini berbilang, tidak dipandang sebelah mata oleh bangsa lain, karena gemesnya yang tak bisa memanfaatkan SDA dan mengoptimalkan SDM yang dimiliki.

Rasululloh Shalallohu A’laihiwassalam menjadi suri tauladan yang baik dalam membangun suatu peradaban. Madinah Al Munawarah menjadi bukti otentik, bahwa Nabi Muhammad tidak hanya membawa perihal ritual-spiritual, namun juga ajaran actual untuk membangun urusan-urusan di dunia termasuk urusan kebangsaan. Dibutuhkan kesabaran untuk mengoptimalkan. Di Madinah Rasululloh melakukan berbagai strategi peradaban, diantaranya sebagai berikut :

  1. Membangun Masjid
  2. Mempersaudarakan anshor dan muhajirin
  3. Membuat kesepahaman piagam Madinah

Jika kita amati, ini luar biasa. Yang pertama ialah membangun masjid sebagai central kegiatan umat yang di dalamnya ada penanaman visi Madinah, penguatan aqidah hingga pendalaman bakat-bakat sahabat. Yang kedua ialah mempersaudarakan SDM yang ada, baik yang pendatang maupun yang mukim, sehingga muncul kebersamaan, juga persatuan demi kemajuan bangsa. yang ketiga ialah membuat kesepahaman piagam Madinah, sebagai suatu aturan yang mengikat untuk bersama-sama dalam membela suatu negeri yang sedang dibangun. Pengelolaan tempat, SDM dan aturan menjadi poin wajib dalam membangun suatu bangsa.

Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia raya. Itulah sepenggal seruan dari lagu kebangsaan Indonesia raya yang menjadi pemacu semangat dan pemicu keberhasilan bangsa, jika mampu memanage dengan baik.

BANGUNLAH JIWANYA

Membangun Jiwa itu membangun semangat, visi, hingga budaya bangsa Indonesia yang luhur. Membangun semangat kebangsaan melalui visi dalam nilai-nilai dasar negara yang lima harus mandarahdaging dalam benak anak bangsa. Tidak hanya dalam tataran lisan, namun dipraktikkan dalam kehidupan. Misalnya, sila pertama, mendasarkan semua aktivitasnya berdasarkan nilai ketuhanan itulah jiwa Indonesia. Bukan keimanan dalam intelektualitas saja, namun praktik dalam kehidupan berbangsa. Ghirah keindonesiaan harus terus didengungkan melalui aktifitas kemasyarakatan, kependidikan hingga keagamaan untuk nyalanya kemajuan Indonesia diberbagai bidang. Keramahan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia merupakan aplikasi kemanusiaan yang adil dan beradab. Bersikap manusiawi, tidak berlaku kasar baik dalam lisan maupun tindakan.

Jangan terjebak dalam berita bohong atau hoax yang menjadikan bangsa ini terpecah belah, dan dikendalikan oleh orang-orang yang ingin menghentikan kebangkitan bangsa Indonesia ini, itulah persatuan Indonesia. Berfikir visioner untuk Indonesia maju, jangan berfikir kerdil yang menghambat kemajuan. Bersikap inklusif bukan ekslusif dengan semua elemen bangsa, hingga teraplikasi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam pemusyawaratan/perakilan. Jiwa keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia harus diwujudkan kesemua pelosok negeri, bukan secuil tempat yang dianggap berpengaruh. Namun semua tempat dan rakyat berhak sama dalam keadilan.

BANGUNLAH BADANNYA

Membangun badan itu pulaunya, lautnya dan SDA lainnya diberdayakan dengan optimal, bukan disalahgunakan. Membangun peradaban Indonesia yang berketuhanan, yang manusiawi, yang mencerminkan persatuan, kerakyatan dan keadilan. Laut dan daratan serta udara Indonesia harus dijaga. Jangan ada pihak asing yang mencuri, mengeksploitasi bahkan merusak ekosistem yang ada. Bangunlah raganya, bangunlah potensi rakyatnya, berikan ruang untuk anak muda berkarya, hingga bangsa ini bisa berbilang dan bermartabat dalam kekuatan lautnya, kekuatan daratnya dan kekuatan udaranya. Maka, sinergi generasi senior dan junior harus terbangun dengan penuh manusiawi. Terbukti bangsa ini punya potensi, bukan hanya konsumsi. Terbukti bangsa ini punya andil, bukan kerdil. Terbukti bangsa ini bisa berdaya, bukan terperdaya oleh keadaan.

Potensi laut yang begitu besar, mengingat wilayah Indonesia 70% dari wilayah laut. Negeri bahari yang dulu disematkan oleh bangsa ini harus dihidupkan kembali. Ratu Kalinyamat sebagai bukti, bahwa bangsa ini menguasai armada kelautan, pembuat kapal yang handal. Maka, potensi laut yang belum banyak tergali harus digali dengan terus melakukan 3 hal : apa itu? Pertama, regenerasi pelaut yang kini sudah mulai menurun minat anak muda. Kedua, optimalisasi tenaga pembuat kapal yang terus dinamis mengikuti zaman. Ketiga ialah managemen hasil laut yang menjadi income perkapita negara.

Potensi daratan dengan pertanian, peternakan hingga perkebunan serta penataan kota yang sehat. Hal ini dibutuhkan political will dari pemerintah. Negeri agraris, ironis jika impor beras. Negeri yang tanahnya subur, bisa ditanami berbagai seharusnya memang tidak sulit untuk mendapatkan hasil pertanian dari tanah sendiri. Peternakan yang juga salah satu solusi ekonomi dan perkebunan yang cukup berpeluang, karena memiliki tanah yang subur.

Potensi udara yang segar dan wisata yang cukup menjanjikan. Seharusnya indonesia tak sulit memanfaatkan potensi ini. Salah satu contoh Bali menjadi icon dunia dalam pariwisata. Masih banyak sekali tempat lainnya yang lebih eksotis dan nyaman untuk para pelancong. Belum lagi potensi seni dan keterampilan UMKM yang terus menerobos zaman. Tentu semua membutuhkan manajemen yang baik.

“Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia raya”, ini bukan hanya slogan semata, namun bangunlah semangat kebangsaan yang berwujud dalam 5 inilah dasar negara, bangunlah peradaban Indonesia melalui potensi SDA yang sangat berlimpah dengan manajemen yang dibimbing oleh nilai-nilai dasar negara yang telah diletakkan oleh pendiri bangsa.

Sabar dalam ketaatan kepada Allah itu terus menjaga nilai ketuhanan yang berwujud dalam komitmen kebangsaan. Bertasbih itu berfikir positif terhadap pemberian Allah, termasuk Indonesia dan bertahmid itu mensyukuri nikmat Allah dalam aksi mengoptimalkan potensi SDA dan SDM Indonesia.

#pesanilahiyah
#kajian
#tausiyah
#hutRI
#merdeka