Oleh : Rofiq Abidin

 

Apa yang terbayang saat ada mendengar kata outbound? Kalau mendengar kata outboundpasti kita langsung terbayang dengan permainan-permainan yang seru kan? Yups, benar sekali kegiatan outbound selain berisi materi untuk motivasi juga terdapat permainan-permainan seru yang juga berhubungan dengan materi yang disampaikan. Permainan-permainana dalam outbound sendiri diformulasikan secara praktis dan inovatif sebagai media edukasi serta pengembangan potensi diri yang menyenangkan.

Pada tanggal 4-5 Januari 2020 dua santri LKSA Suara Hati dengan antusias mengikuti Outbound Leadership For Kids. Tepatnya di “Kali Watu” Kota Wisata Batu. Sekitar pukul 09.30 WIB Tim YSH yang terdiri dari 5 orang bertolak menuju Malang, selanjutnya transit di penginapan AYO, Mutiara Panderman. Tampak senyum riang peserta dari Yayasan Suara Hati, yakni Lutviana Emil dan Muhammad Fatir saat melangkah ke tempat transit itu. Mereka berdua bergegas menuju kamar yang telah dibagi oleh panitia, yang saat itu bertugas yakni, Ibu Titik Nuraeni.

Selepas istirahat dan menaruh barang-barangnya, mereka kemudian bersih diri dan sholat, Selanjutnya mereka menuju hall untuk mengikuti seremonial pembukaan Outbond Leadership For Kids. Rofiq Abidin, selaku ketua panitia sekaligus Ketua Yayasan Suara Hati memberikan pesan kepada semua peserta yang berjumlah 76 anak dan 36 ketua yayasan dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Selanjutnya Moch. Agus Winarno, S. Psi selaku Ketua Persada Jatim Indonesia, membuka secara seremoial acara dengan membacabasmallah.

Kegiatan selanjutnya, membagi kelompok dan membuat yel-yel yang akan dilombakan. Kelompok yang diberi nama-nama sahabat nabi dan sahabiyah. Adzan maghrib berkumandang, semua peserta menuju kamar dan siap-siap untuk sholat berjama’ah dan makan malam. Kegiatan dilanjutkan dengan melombakan yel-yel. Kelompok Aisyah menjadi juara yel-yel terbaik dari kelompok santriwati, yang dipimpin oleh anak asuh Yayasan Suara Hati yakni, Lutviana Emil. Selajutnya, permainan edukati menjadi kegiatan selanjutnya yang dipandu oleh Fatoni Arif, S.T.

Hari berikutnya, diawali dengan qiyamul lail yang dipimpin oleh Rofiq Abidin. Segenap santri memasuki masjid untuk shlolat tahajud berjama’ah hingga menjelang fajar yang disambung dengan sholat subuh dan kultum oleh Ust. Sungkono. Pagi hari itu begitu ramah dan sejuk, anak-anak dengan penuh semangat memersiapkan diri menuju lokasi kegiatan di Kali Watu. Setelah mengumandangan lagu Indonesia Raya 3 stanza, dan langsung kegiatan yang ditunggu-tunggu, yakni rafting. Seru, asyik dan menegangkan. Itu kesan yang ditangkap oleh anak-anak. Tidak ketinggalan fungameseru dan ditutup dengan pembagia hadiah bagi kelompok yang berprestasi.Alhamdulillah